BANTAENG,UJUNGJARI.COM–Bantaeng memiliki sirkut tempat balap yang representatif. Namanya Sirkut Hitam di Anjungan Pantai Seruni. Tempat balapan roda dua yang dibuka kembali sejak 2024 ini menjadi wadah kreativitas bagi pencinta otomotif di daerah berjuluk butta toa ini.
Sejak dibuka Juli 2024 lalu, Lapangan Hitam di Anjungan Pantai Seruni menjadi tempat latihan balap motor. Ratusan datang menyaksikan talenta-talenta muda Bantaeng beradu skil dan kecepatan di atas roda dua setiap kali ada latihan digelar.
Pemerhati otomotif di Bantaeng, Andi Yunus mengatakan untuk meningkatkan skil para pembalap yang ada di Bantaeng, memang dibutuhkan sarana latihan road race agar pembalap dapat bersaing di ajang road race nasional atau bahkan sampai internasional”.
“Perlu diketahui, Kabupaten Bantaeng ini sudah menghasilkan pembalap yang sudah diperhitungkan dikancah nasional dan internasional walaupun itu dengan sarana latihan balap yang sangat minim,” kata legenda balap road race Bantaeng, Andi Yunus seperti dikutip dari beritasulsel.com.
Yunus mengatakan pembalap Bantaeng yang sukses di dunia balap internasional dan nasional cukup banyak. Di antaranya ada Andi Gilang dan Aan Riswanto.
Andi Yunus berharap dengan terbukanya Lapangan Hitam, pembalap dan pencinta otomotif di Bantaeng bisa mejadikannya sebagai arena atau sirkuit dadakan buat latihan balap motor di setiap saat. Harapannya bisa melahirkan pembalap-pembalap baru yang dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional.
“Latihan balap ini juga dapat meminimalisir balap liar dan perilaku ugal-ugalan anak muda di jalan raya,” kata Andi Yunus.
Secara khusus Yunus mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan kepada semua stakeholder yang telah memberikan ruang kepada talenta-talenta pembalap muda Bantaeng untuk menggunakan Lapangan Hitam sebagai sarana sirkuit dadakan buat latihan balap motor.
Selain wadah kreativitas pencinta otomotif, Lapangan Hitam juga berdampak positif menggeliatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Omzet pedagang kaki lima di kawasan ini meningkat setiap ada latihan balapan atau sirkuit digelar.
“Kalau hari-hari biasa jualan pop ice itu pak, biasanya dapat untung sedikit. Untung jualan kami itu sekitar 50 ribu rupiah sampai 80 ribu rupiah,” kata Ani, salah satu penjual pop ice disekitar Lapangan Hitam.
“Kalau Rabu sore sama Minggu sore, kami buka gerai itu sehabis Ashar. Dan keuntungan hasil penjualan pop ice kami bisa sampai 250 ribu bahkan sampai 300 ribu,” ungkap dia sambil tersenyum.
Di tempat yang sama, salah satu pedagang makanan ringan mengatakan bahwa apa yang dikatakan penjual pop ice disebelahnya itu benar sekali.
“Saya kalau jualan di hari biasa pak, paling untung 70 ribu. Namun kalau jualan di Rabu sore atau di Minggu sore, untung saya bisa sampai 300 ribu dan pernah saya untung sampai 400 ribu,” kata dia.
“Biasa dagangan saya cepat habis pak kalau Rabu sore sama Minggu sore, dan saya tinggal disini sambil menonton latihan balap anak-anak muda Bantaeng,” ungkapnya.
