Site icon Ujung Jari

Ada “Cukong” di Balik Bangunan Liar dan Terminal Truk di Perintis Daya? Lahan Diduga Disewakan Oknum

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dugaan praktik bisnis gelap di balik menjamurnya bangunan liar dan terminal truk tidak resmi di sepanjang poros Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, mulai terungkap.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, ada oknum tertentu yang diduga mempersewakan lahan milik pemerintah maupun area terbuka di sekitar jalan utama tersebut untuk dijadikan tempat berdirinya bangunan liar dan lokasi parkir truk pengangkut material bangunan.

“Katanya ada yang kelola. Kalau mau bangun lapak atau parkir truk, bayar ke orang tertentu. Sudah lama begitu,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Modus tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama. Para pemilik lapak dan sopir truk mengaku menyetor sejumlah uang secara rutin kepada pihak yang mengaku pemilik atau pengelola lahan, padahal status tanah tersebut diduga merupakan aset pemerintah atau ruang publik.

Keberadaan bangunan liar dan parkir truk ini telah membuat kawasan poros Perintis Kemerdekaan menjadi semrawut, berdebu, dan macet, terutama pada jam sibuk. Aktivitas warga yang hendak berkunjung ke area ruko dan perkantoran pun terganggu.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Lurah Daya yang dikonfirmasi via telepon dan WhatsApp belum memberikan tanggapan apa pun.

Sikap diam ini memunculkan tanda tanya besar, apakah pihak kelurahan mengetahui aktivitas penyewaan liar tersebut atau justru membiarkannya?

Warga mendesak Pemkot Makassar, khususnya Satpol PP dan Dinas Tata Ruang, untuk segera melakukan penertiban dan penyelidikan terhadap dugaan praktik penyewaan liar yang merugikan kepentingan publik.

“Kalau benar ada yang sewakan lahan pemerintah, itu sudah pelanggaran serius. Harus diselidiki siapa yang bermain di baliknya,” tegas Basri (49) salah satu tokoh masyarakat Daya. (drw)

Exit mobile version