LTAKALAR, UJUNGJARI- Koperasi Desa Merah Putih Desa Aeng Batu-Batu Takalar masuk daftar kopdes yang segera cair pinjaman modalnya.
Kopdes Aeng Batu-Batu akan menerima pinjaman bersama 407 kopdes lainnya se-Indonesia. 407 kopdes ini adalah kopdes percontohan nasional.
”Iya insyaAllah,” kata Kepala Desa Aeng Batu-Batu, Syarifah Ratu Yuliani, belum lama ini.
Kepala Dinas Koperasi UKM Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Takalar Zubair berharap pencairan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kopdes Aeng Batu-Batu.
Ia juga berharap pencairan ini bisa menjadi pemantik kopdes lain untuk lebih segera merampungkan persyaratan administrasi dan proposal pencairannya.
”Kita di dinas terus mendorong dan mendampingi desa-desa dan kelurahan untuk mengaktifkan dan menjalankan koperasi desa merah putih sesuai arahan bapak bupati,” ucap Zubair.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi melakukan peninjauan ke Kopdes Merah Putih Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Takalar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (23/9/2025).
Kopdes Aeng Batu-Batu diapresiasi karena menjadi representasi dari operasionalisasi Kopdes Merah Putih yang ideal.
Kopdes Merah Putih Aeng Batu-Batu memiliki sepuluh gerai yang saat ini sudah berjalan.
Kesepuluh gerai tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Syariah, Gerai Sembako, Pangkalan Gas, Mandiri Agen, Agen Pos, Klinik Kesehatan, Apotek, Cafe Merah Putih, Gudang dan Toko Saprodi (Sarana, Prasarana, Alat Produksi).
Tidak sampai di situ, Koperasi Desa Aeng Batu-Batu berencana menambah tiga unit bisnis baru yaitu pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan pengadaan kapal perikanan.
”Apa yang dijalankan oleh Kopdes Aeng Batu-Batu ini sangat layak untuk menjadi percontohan, bukan hanya di wilayah Sulawesi Selatan, tapi secara nasional,” ujar Ahmad.
Selain itu, Ahmad juga mengapresiasi kliniknya yang sudah sangat representatif.
”Bukan hanya menyediakan tenaga perawat tapi juga juga dokter umum dan dokter gigi, apotek juga siap,” kata Ahmad Zabadi.
Ahmad Zabadi berharap contoh baik dari Kopdes Aeng Batu-Batu dapat direplikasi di semua Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.
Sehingga menurutnya, kopdes benar-benar dapat menjadi solusi pengentasan kemiskinan di desa dan menjadi alat mensejahterakan masyarakat.
”Kami berharap ada kemudahan bagi masyarakat untuk menjadi anggotanya terutama masyarakat yang kurang beruntung maka perlu penyesuaian pemenuhan iuran pokok, simpanan wajib sesuai kemampuan mereka,” katanya.
Ketua Pengawas Kopdes Merah Putih Aeng Batu-Batu Syarifa Ratu Yuliani mengatakan sejak ditetapkan sebagai koperasi percontohan saat peluncuran pada Juli lalu, jumlah anggota terus bertambah.
Dia berharap terus mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan daerah terutama terkait peningkatan kapasitas SDM pengelola.
”Awalnya anggota kami hanya 29 orang. Sekarang sudah mencapai 165 orang dan setiap bulan terus bertambah. Kehadiran Kopdes membuat desa kami dikenal sebagai desa kreatif dan Kampung Pancasila. Kesejahteraan masyarakat juga mulai meningkat,” jelas Syarifa.
Sementara itu, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyebut bahwa Kopdes Aeng Batu-Batu menjadi contoh bagi desa-desa lain. Dari 110 desa/kelurahan, Kopdes Aeng Batu-Batu menjadi yang terbaik saat ini.
”Kopdes Aeng Batu-Batu sudah menerapkan prinsip manajemen modern, menyiapkan bisnis plan, dan transaksi digital yang memperkuat transparansi,” ucapnya.
Daeng Manye berharap, bukan hanya koperasinya yang maju, tapi desanya juga.
”Mudah-mudahan bank Himbara memberikan support agar koperasi lebih mudah mengembangkan usaha,” ucapnya.
Ia menambahkan, sampai saat ini, sudah 18 Kopdes yang berjalan di Takalar.
