MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Menjelang pemilihan Ketua RT dan RW di Kota Makassar, seruan agar para lurah bersikap netral semakin menguat. Netralitas dianggap sebagai kunci utama menjaga kondusivitas dan mencegah gesekan antarwarga di tingkat lingkungan.
Pengamat sosial politik, Dr. Arifin Sudirman, menegaskan bahwa keterlibatan lurah yang berlebihan atau keberpihakan panitia pada calon tertentu bisa menjadi pemicu konflik horizontal di masyarakat.
“Lurah jangan cawe-cawe. Pemilihan RT/RW adalah ruang demokrasi warga, bukan ajang intervensi birokrasi. Kalau lurah ikut bermain, potensi gesekan sangat besar,” tegas Arifin, Kamis (23/10/2025).
Ia menilai, netralitas panitia dan aparatur kelurahan adalah harga mati untuk memastikan proses pemilihan berjalan jujur, adil, dan transparan.
“Pemilihan di tingkat RT dan RW punya sensitivitas tinggi. Warga saling mengenal, jadi kalau ada sedikit keberpihakan, bisa langsung memicu kecurigaan dan konflik,” tambahnya.
Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Tallo juga mengingatkan agar para lurah lebih fokus pada fungsi pengawasan dan fasilitasi, bukan mengarahkan pilihan warga.
“Cukup pantau agar aman dan tertib, jangan ikut menentukan arah dukungan,” ujar Rahman, tokoh warga Tamalanrea.
