MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Warga di sekitar Antang mendesak Pemerintah Kota Makassar dan pengembang Bukit Baruga untuk membuka secara transparan sitplan atau peta rencana jalan alternatif dari Middle Ring Road Perintis–Lemena ke Bukit Baruga, Antang.
Mereka menilai, publik berhak mengetahui rute pasti jalan tersebut, dari mana hingga ke mana jalur itu akan dibangun. Warga khawatir proyek jalan alternatif itu hanya akan menguntungkan pengembang perumahan elit Bukit Baruga dan kluster-kluster di bawah grupnya.
“Jangan sampai jalan yang disebut untuk mengurai kemacetan itu ternyata hanya melayani akses penghuni Bukit Baruga. Kami ingin tahu sitplannya secara terbuka,” ujar Muh Ishak warga Antang, Selasa (4/11/2025).
Kekhawatiran warga semakin menguat karena kawasan yang disebut-sebut sebagai jalur alternatif itu berada di dalam area perumahan. Mereka menilai, bukan tidak mungkin nantinya akses jalan tersebut dipasang portal buka-tutup dan tidak bisa dilalui masyarakat umum.
“Kalau memang untuk kepentingan publik, harus dibuka untuk semua warga, bukan jadi jalan privat di dalam kluster,” tambah Rusdianto warga Antang lainnya.
“Kami tahu persis di Baruga, disitu cluster dan sangat tertutup. Dan kami warga Antang diluar Baruga, mau lewat mana dan tembus kemana kalau melintas jalus alternatif. Jangan-jangan nanti di portal,” pungkasnya.
Sebelumnya, rencana pembangunan jalan alternatif dari Middle Ring Road Perintis–Lemena disebut akan melintasi belakang kompleks IDI dan menelusuri pinggir Sungai Tello. Hingga kini, belum ada kejelasan dari Pemkot Makassar maupun pihak Bukit Baruga terkait status dan arah pasti jalan tersebut.
Warga berharap Pemkot Makassar segera mempublikasikan sitplan dan memastikan proyek ini benar-benar untuk kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan segelintir pihak. (drw)
