Site icon Ujung Jari

Lahan Jalur Lingkar Dalam BTP Diduga Diserobot Yayasan La Niang dan Oknum Warga

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Lahan fasilitas umum (fasum) yang diperuntukkan untuk jalur lingkar dalam kawasan BTP, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, diduga telah diserobot oleh Yayasan Pendidikan La Niang dan sejumlah oknum warga.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, area tersebut merupakan bagian dari lahan peruntukan kanal induk dan jalur lingkar dalam (inner ring road) yang mestinya steril dari bangunan permanen.

Namun, di lokasi itu kini berdiri beberapa rumah dan bangunan milik Yayasan La Niang, termasuk lapangan mini soccer serta jembatan beton yang melintas di atas saluran air utama.

Pjs Ketua RW 02 Buntusu, Muhajir, membenarkan bahwa lahan tersebut adalah bagian dari area fasum yang sudah lama ditetapkan sebagai peruntukan kanal dan jalur lingkar dalam.

“Lebar lahan kanal induk itu 62 meter dengan panjang sekitar 1 kilometer mengarah ke Paccerakkang. Kalau kita tarik garis batas, bangunan milik Yayasan La Niang itu sudah menjulur keluar dan mengambil sebagian lahan peruntukan kanal,” jelas Muhajir.

Apa Itu Jalur Lingkar Dalam BTP?

Jalur lingkar dalam merupakan rencana jalan penghubung utama di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) yang berfungsi menghubungkan antarblok perumahan tanpa harus melewati jalan poros utama.

Jalur ini juga menjadi bagian dari sistem drainase dan kanal induk, sehingga wilayah di sekitarnya seharusnya tidak boleh dibangun permanen.

Keberadaan jalur lingkar dalam penting untuk memperlancar arus kendaraan warga dan mencegah banjir, karena sebagian besar trase jalan ini juga berfungsi sebagai saluran air dan ruang terbuka hijau.

Warga setempat mendesak agar Pemerintah Kota Makassar dan pihak terkait, termasuk Dinas PU serta Bappeda, segera menertibkan bangunan yang berdiri di atas lahan jalur lingkar tersebut.

Pasalnya, pembangunan tanpa izin itu dinilai menghambat fungsi drainase dan memperparah banjir di blok AA dan sekitarnya setiap musim hujan.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Yayasan Pendidikan La Niang, Hidayat, belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp.  (drw)

Exit mobile version