MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Setelah sepekan dinyatakan hilang, Bilqis Ramadhany (4), bocah perempuan asal Makassar, akhirnya kembali ke pelukan orang tuanya.
Ia dilaporkan hilang sejak Minggu, 2 November 2025, dan baru berhasil ditemukan pada Sabtu, 8 November 2025, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
Pada Minggu (9/11/2025), Bilqis secara resmi diserahkan kepada kedua orang tuanya di Mapolrestabes Makassar oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana.
“Alhamdulillah, kita semua bersyukur kepada Allah SWT, Ananda Bilqis sudah berhasil ditemukan. Tadi sudah dicek kesehatannya, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Secara psikologis juga baik. Saya menyerahkan Bilqis kepada orang tuanya, semoga ini menjadi pelajaran dan ke depan lebih berhati-hati,” ujar Kombes Arya.
Dalam suasana haru, Bilqis tampak tersenyum saat digendong oleh sang ayah, Dwi Nurma alias Dimas (34), diikuti ibunya yang menahan tangis bahagia. Warga yang menyaksikan turut memberikan boneka dan hadiah kecil, sambil mengucap Alhamdulillah karena Bilqis telah ditemukan dengan selamat.
Disambut Haru di Rumah
Dari Mapolrestabes, Bilqis langsung dibawa ke rumahnya di Jalan Pelita II Lorong 03 Nomor 10. Di pintu lorong telah terpasang spanduk bertuliskan: “Selamat Datang Ananda Bilqis. Terima Kasih Bapak Resmob dan Seluruh Jajaran Kepolisian.” Suasana haru mewarnai penyambutan Bilqis yang telah kembali ke keluarganya.
Kronologi Hilangnya Bilqis
Bilqis dilaporkan hilang saat bermain di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 08.15 Wita. Saat itu, ayahnya sedang bermain tenis di lapangan taman tersebut.
Dimas sempat beberapa kali memanggil nama anaknya dan selalu mendapat sahutan. Namun sekitar pukul 10.00 Wita, sahutan itu tak terdengar lagi. Ia pun panik dan mencari di sekitar taman, tapi Bilqis tak ditemukan. Esok harinya, kasus kehilangan itu dilaporkan ke Polrestabes Makassar.
Terungkap, Bilqis Diculik dan Dijual
Hasil penyelidikan polisi mengarah pada seorang perempuan bernama Sri Yuliana, yang berhasil diamankan di Polda Sulsel. Berdasarkan rekaman CCTV, Yuliana terlihat membawa Bilqis bersama dua anaknya dari lokasi taman.
Dari hasil pemeriksaan, Yuliana mengaku telah menawarkan anak perempuan berusia 4 tahun melalui grup Facebook “Adopsi Anak”, dengan dalih anak tersebut bernama “Kiki” dan berasal dari keluarga tidak mampu. Ia menawarkan kepada seorang perempuan bernama Nadia Hutri dengan kesepakatan pembayaran Rp3 juta.
Setelah menerima uang, Nadia kemudian menawarkan kembali anak tersebut kepada Meriana, seorang perempuan di Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, dengan harga Rp30 juta. Transaksi pun disepakati. Nadia membawa Bilqis dari Makassar menuju Jambi, di mana Meriana dan seorang pria bernama Adit Prayitno Saputra sudah menunggu.
Pengungkapan Kasus oleh Polisi
Empat personel gabungan dari Polrestabes Makassar diterjunkan untuk melakukan penelusuran lintas provinsi, terdiri dari:
Iptu Dr. Nasrullah Muntu (Kanit Reskrim Polsek Panakkukang)
Ipda Supriadi Gaffar (Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar)
Bripka Megawan Parante, dan
Briptu Muh Arif
Tim bekerja sama dengan Ditreskrimum Polda Jambi dan Polres Merangin hingga akhirnya menemukan Bilqis di sebuah rumah di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin.
“Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku sudah sembilan kali melakukan transaksi jual beli anak,” ungkap Iptu Nasrullah, Minggu (9/11/2025).
Saat Ditemukan, Bilqis Ketakutan
Menurut keterangan polisi, Bilqis awalnya tampak ketakutan dan enggan digendong. Ia mengira polisi adalah orang jahat. Barulah setelah ayahnya, Dimas, diajak berbicara lewat telepon, Bilqis tenang dan mau digendong oleh petugas.
“Anak saya ditemukan di dalam hutan. Awalnya tidak mau digendong Pak Ulla (Iptu Nasrullah). Tapi setelah saya bicara lewat telepon dan bilang kalau itu om polisi yang baik, dia langsung mau,” ujar Dimas saat dihubungi wartawan.
Ia tak kuasa menahan rasa syukur atas kembalinya sang buah hati. “Sekarang baru bisa tertawa lagi setelah Bilqis ditemukan. Terima kasih Pak Polisi yang telah berjuang membawa anak saya kembali,” ujarnya.
Menariknya, Bilqis memang pernah bercita-cita ingin naik pesawat terbang dan keinginannya itu terpenuhi saat ia diterbangkan pulang dari Jambi ke Makassar. “Sekarang Bilqis sudah naik pesawat,” ucap Dimas sambil tertawa kecil. (BKM)
