Site icon Ujung Jari

Lagi Tren, Kepala Sekolah di Makassar Diduga Bisnis Kantin di Sekolah

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Fenomena baru mencuat di sejumlah sekolah dasar (SD) di Kota Makassar. Sejumlah kepala sekolah diduga ikut terlibat langsung dalam bisnis kantin di lingkungan sekolah yang mereka pimpin.

Dua sekolah yang menjadi sorotan adalah SD Negeri Tamalanrea dan SDI Kampus Unhas 1 Kecamatan Tamalanrea. Di kedua sekolah tersebut, kepala sekolah dikabarkan memiliki dan mengelola kantin pribadi di dalam area sekolah.

Sejumlah orang tua murid SDN Kampus Unhas 1 mengungkapkan bahwa kepala sekolah memiliki kantin sendiri dan bahkan diduga melarang murid-muridnya untuk membeli jajanan di luar sekolah maupun di kantin tetangga.

“Mestinya anak-anak jangan dilarang. Mau belanja di mana pun itu bukan urusan kepala sekolah. Jangan mentang-mentang ibu kepsek yang punya kantin, lalu mengintimidasi anak-anak untuk tidak jajan di luar,” ujar salah satu orang tua murid SDI Kampus Unhas 1 yang enggan disebut namanya, Kamis (13/11/2025).

Namun, Kepala SDN Kampus Unhas 1, Risnina, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa kantin di sekolahnya bukan milik pribadi, melainkan dikelola oleh pihak sekolah.

“Bukan saya urus kantin. Itu kantin sekolah. Di sebelah (SD Kampus Unhas) juga ada kantinnya. Saya tidak pernah melarang atau mengintimidasi anak-anak jajan di kantin, terserah mereka mau jajan di mana,” kata Risnina saat dikonfirmasi.

Pemerhati pendidikan di Makassar, M. Djafar, turut menyoroti fenomena ini. Ia menilai bahwa kepala sekolah seharusnya fokus pada tugas pokoknya dalam meningkatkan mutu dan manajemen sekolah, bukan terlibat dalam kegiatan bisnis di lingkungan pendidikan.

“Harusnya kepala sekolah fokus saja dengan manajemen pengembangan sekolah. Urus saja sekolah, bagaimana sekolah yang dia pimpin bisa lebih bagus dan berkualitas. Jangan urus kantin, apalagi kalau kantin itu milik kepala sekolah sendiri, bisa mengganggu konsentrasi dan menimbulkan masalah etika,” tegas Djafar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan praktik bisnis kantin oleh sejumlah kepala sekolah tersebut.  (drw)

Exit mobile version