Site icon Ujung Jari

PMI Gowa Gelar Pelatihan Jurnalistik, Kehumasan dan Komunikasi Bagi PMR dan Relawan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Seorang relawan PMI harus memiliki kecakapan dan skill dalam berkomunikasi. Selain itu, relawan juga dituntut mampu mendokumentasikan setiap kegiatan baik saat melakukan fungsinya melakukan tindakan penyelamatan korban bencana dan ataupun membangun citra PMI baik melalui kalimat maupun visual (gambar).

PMI adalah kerja kemanusiaan yang harus dilakukan secara ikhlas namun bertanggung jawab. Salah satu tanggung jawab yang harus dijalankan relawan adalah memberikan informasi terpercaya kepada publik.

Seorang relawan memang dibutuhkan mampu bergerak cepat ketika terjadi bencana. Namun di lain pihak, relawan adalah penyambung informasi dari lokasi bencana alam atau lokasi pertikaian, peperangan kepada masyarakat. Karena itu relawan PMI harus memberikan informasi akurat dan terpercaya kepada publik.

Agar relawan bisa menjalankan fungsinya dengan baik, maka PMI Gowa membekali para relawan termasuk para anggota PMR (Palang Merah Remaja) dengan ilmu kehumasan, ilmu jurnalistik serta ilmu komunikasi yang baik.

Tujuannya seperti dikatakan Muh Rusdy selaku penanggung jawab kegiatan bahwa pelatihan ini penting dalam memperkuat fungsi dokumentasi dan komunikasi PMI, terutama dalam penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan.

“Di era digital saat ini, peran humas dan media menjadi sangat vital. PMI tidak hanya harus bergerak cepat di lapangan, tapi juga mampu menyampaikan informasi secara akurat dan terpercaya kepada publik tentang kejadian bencana, tentang penyelamatan atau proses evakuasi korban dan aktivitas para relawan di lokasi bencana,” kata Rusdy.

Karena itu, Rusdy berharap kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kapasitas relawan untuk menjalankan tugas-tugas komunikasi kemanusiaan dengan lebih profesional dan terstruktur yang sesuai dengan identitas organisasi Kepalang Merahan.

Kegiatan pelatikan Jurnalistik, Kehumasan dan Komunkasi (JKK) ini diikuti puluhan relawan dan PMR selama tiga hari kegiatan, mulai Jumat hingga Ahad (14–16/11). Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan konsep pendalaman teori di markas PMI Gowa dan praktek lapangan di SMAN 9 Gowa dan SMAN 10 Gowa.

Suherwin selaku pelaksana teknis kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh puluhan relawan dan PMR dari berbagai sekolah menengah atas. Kegiatan sesi teori bertempat di Markas PMI Gowa, sedangkan praktek lapangan dilaksanakan di area publik guna melatih keterampilan komunikasi langsung dengan narasumber.

Atiqa, salah satu peserta pelatihan mengaku sangat antusias mengikuti setiap sesi materi. Menurutnya, banyak ilmu yang diperolehnya khususnya dalam dunia jurnalistik.

“Kami diajari teknik menulis berita, etika jurnalistik, membuat dan menulis konten sosial media, hingga menyampaikan pesan kemanusiaan dengan bahasa yang menarik,” kata Atiqa. –

Exit mobile version