MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — IAI Principal Arsitek, Yulianti Tanyadji menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi Makassar dalam penyediaan sarana infrastruktur dan fasilitas kota.
Yulianti mengatakan, sejumlah persoalan teknis yang harus ditangani mulai dari pelebaran trotoar, perbaikan drainase menjadi jalur pedestrian hijau, penataan titik lampu jalan dan kabel udara, hingga penataan ulang pepohonan.
Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi revitalisasi pedestrian dan ruang-ruang publik, serta pembangunan Makassar Creative Hub (MCH) di sejumlah kecamatan, Selasa (18/11) petang.
“Penghijaun harus tetap menjadi prioritas. Pohon yang masih sehat kita pertahankan, yang mati kita ganti. Kita ingin koridor ini bukan hanya rapi, tapi hidup,” jelas Yulianti.
Dalam sesi pembahasan Makassar Creative Hub (MCH), Yulianti menawarkan rancangan program MCH Kota Makassar dengan konsep pusat-satelit-mikro, agar tidak terjadi duplikasi proyek tetapi saling menguatkan.
Hal itu disambut positif oleh Wali Kota Makassar Munafri, Munafri Arifuddin.
Orang nomor satu Makassar itu
menegaskan, Pemerintah Kota Makassar melakukan pembangunan infrastruktur tidak hanya sekadar memperbaiki fisik kota, tetapi menciptakan ruang hidup yang menggerakkan masyarakat.
Diketahui, saat ini, Makassar telah memiliki dua MCH, di Kawasan Jalan Nusantara dan Pantai Losari.
Dua lokasi baru disiapkan di Kecamatan Biringkanaya dan Rappocini, lalu beberapa penjajakan lokasi sedang dilakukan di kecamatan lainnya, termasuk untuk wilayah kepulauan.
Munafri menegaskan bahwa MCH bukan sebatas proyek bangunan, tetapi ekosistem kreatif yang harus berfungsi.
Ia menuturkan pengembangan cabang MCH harus mampu menghidupkan ruang ide dan sosial sesuai dengan potensi wilayah.
Lebih jauh, Munafri juga menekankan pentingnya standar hospitality bagi pengelola MCH seperti kesiapan dan kualitas SDM. (rhm)
