Site icon Ujung Jari

Empat Lansia dan Satu Pemuda Difabel Tersesat di Hutan Maranne, Berhasil Diselamatkan Tim Gabungan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Awalnya merasa enteng masuk hutan untuk mencari rotan, lima warga Desa Lemoa, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa akhirnya malah tersesat di dalam hutan Maranne di Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa yang dikenal luas dan curam.

Hutan ini berada di batas dua kecamatan dataran tinggi di Gowa yakni Kecamatan Bontolempangang dan Kecamatan Bungaya. Beruntung kelima warga Kampung Jambu Kaccia, Dusun Lemoa ini berhasil ditemukan para tim penyelamat meski dalam kondisi lemah sebab kekurangan bekal makanan.

Kelima warga yang tersesat di hutan Maranne yakni Dg Patto (55) seorang difabel tunarungu, Dg Ngaha (60), Sangnging (59), Ramalang (55) dan Amal (27) kondisi difabel pada bagian mata. Kini mereka dalam proses pemulihan fisik di Posko Pencarian di Desa Bontolempangang untuk pemulihan dan pendataan.

Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin yang turun langsung ke lokasi pencarian kelima warga bersama Kapolres Gowa AKBP Muh Aldy Sulaiman mengaku sangat bersyukur atas ditemukannya kelima warga tersebut dalam keadaan selamat, meski kondisi kesehatan mereka sedikit terganggu sebab selama tersesat mereka mengalami dehidrasi ringan karena kekurangan makanan dan minuman selama berada di hutan.

Beruntung pula, tak kembalinya mereka dari hutan yang terkenal curam, lebat dan luas itu baru dalam hitungan hampir 24 jam pasca mereka mulai masuk ke hutan melalui jalur setapak di Jambu Kaccia pada Selasa (9/12) sekira pukul 07.00 Wita. Kelimanya ditemukan pada Rabu (10/12) dinihari.

“Alhamdulillah, semua korban dapat ditemukan dengan selamat. Ini tidak lepas dari kerja keras seluruh unsur, baik TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, relawan, maupun masyarakat. Saya menyaksikan langsung bagaimana tim bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita jaga,” kata Wabup Gowa saat di lokasi bertemu langsung para warga yang baru ditemukan.

Sementara itu Kapolres Gowa AKBP Muh Aldy Sulaiman mengatakan, dengan pencarian intensif hampir 24 jam, kelima warga akhirnya diketemukan. Empat orang yakni Dg Patto, Sangnging, Ramalang dan Amal berhasil ditemukan di kawasan Balla Borong, Lingkungan Kareta, Kelurahan Sapaya. Sedang Dg Ngaha, berhasil menemukan jalan keluar sendiri di jalur alternatif di Kampung Jambu Kaccia, Desa Bontolempangang, awal masuk hutan.

“Alhamdulillah semuanya ditemukan dengan selamat. Namun kondisi mereka lemah akibat kelelahan dan kurangnya asupan makanan, namun masih mampu berjalan saat dievakuasi. Kami bersyukur dan mengapresiasi seluruh tim yang bekerja tanpa henti. Medan hutan Maranne dikenal berat, dengan jalur yang terjal dan jarak pandang yang terbatas dan tidak ada sinyal. Kondisi itu membuat operasi pencarian menjadi lebih menantang. Namun semangat tim tidak pernah surut. Ini operasi kemanusiaan yang sangat kita prioritaskan,” kata Kapolres.

Kelima korban langsung dibawa menuju puskesmas terdekat untuk pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengalami kelelahan, dehidrasi ringan dan sebagian mengalami lecet di bagian kaki akibat berjalan di medan ekstrem.

Setelah dinyatakan stabil, kelima korban kemudian dipindahkan ke Posko Pencarian di Desa Bontolempangang untuk pemulihan dan pendataan.

Kapolres Gowa, AKBP Aldy Sulaiman mengatakan, minimnya persiapan sebelum memasuki hutan menjadi pemicu utama para korban tersesat.

“Mereka tidak membawa bekal yang cukup dan tidak menyiapkan perlengkapan navigasi. Akibatnya kondisi fisik melemah dan orientasi arah terganggu. Mereka keluar hutan melalui jalur berbeda dari jalur masuk,” kata Kapolres.

Kepada kelima warga, Wakil Bupati Gowa atasnama Pemkab Gowa menyerahkan bantuan sembako dengan harapan dapat meringankan kondisi korban dan keluarga setelah mengalami peristiwa yang cukup menguras tenaga dan mental.

“Namun dari kejadian ini, kami pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kesiapan sebelum memasuki area hutan. Jangan hanya mengandalkan hafalan jalur. Bawalah bekal, alat komunikasi cadangan dan pastikan memberi tahu keluarga atau aparat desa sebelum masuk ke kawasan hutan. Ini penting untuk keselamatan,” harap Wabup Gowa.

Hal senada dikatakan Kapolres Gowa. Perwira berpostur tinggi padat berisi ini, mengimbau agar pasca kejadian menjadi pelajaran berharga.

“Semoga tidak terulang lagi. Kami meminta masyarakat memperhatikan aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas di hutan,” kata Kapolres AKBP Muh Aldy Sulaiman.

Awalnya, kelima warga Dusun Lemoa ini dilaporkan hilang saat pergi ke hutan mencari rotan dengan melintasi kawasan hutan pinus Maranne Rappodaeng. Berangkat pukul 07.00 Wita namun hingga tengah malam, kelimanya tidak kembali. Karena khawatir, para keluarga kelima warga melapor ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Pihak Kepolisian Resor Gowa pun lalu mengerahkan tim gabungan untuk menyisir area hutan yang dikenal memiliki medan ekstrem. Pencarian dilakukan hingga malam dengan membagi tim menjadi beberapa kelompok, menggunakan penerangan tambahan dan jalur alternatif.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gowa Wahyudin MP mengatakan, pasca ditemukan kelima warga tersebut dilakukan pemulihan fisik dan psikis. Diakui para warga yang didominasi lanjut usia dan dua orang diantaranya mengalami keterbatasan fisik (cacat pada mata dan bisu) dipastikan sangat kesulitan berjalan di area hutan lebat dan gelap, juga tanpa makan dan minum karena sudah kehabisan bekal.

“Kelima warga yang satu kampung dan masih keluarga itu kini sudah dibawa kembali ke rumahnya di Lemoa, Bontolempangang. Kami berharap setelah ini tidak ada lagi warga masuk hutan tanpa persiapan yang baik, ” jelas Wahyudin. –

Exit mobile version