MALILI,UJUNGJARI.COM–Wakil Bupati Luwu Timur, Hj Puspawati Husler mengikuti rakat koordinasi nasional yang membahas pengendalian inflasi menjelang natal dan tahun baru. Rapat koordinasi yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) itu berlangsung secara virtual, Senin (15/12).
Puspawati sendiri menghadiri rapat secara online di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Luwu Timur. Wabup didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdakab Lutim, Ragusma Lukman Wahab, dan sejumlah staf pemkab Lutim.
Rakor yang diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia dan membahas langkah konkret pengendalian inflasi, termasuk pemaparan laporan pemantauan harga pangan strategis serta perkembangan harga di tingkat daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pada kesempatan tersebut, Wabup Puspawati berharap stok pangan menjelang Nataru di Luwu Timur tetap aman dan terkendali.
Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan agar perayaan Nataru dapat berjalan lancar.
“Persiapan menghadapi Nataru tetap terus dipantau. Kita harus bekerja lebih cepat, lebih baik, dan kompak. Setiap potensi gejolak harga harus segera ditangani bersama,” tegas Wabup Puspawati.
Lebih lanjut, Wabup juga menanyakan langsung kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang hadir untuk memastikan perkembangan harga komoditas pokok di Luwu Timur tetap terkendali.
Dalam rakor terungkap secara nasional inflasi hingga November tercatat year-on-year sebesar 2,72 persen, month-to-month 0,17 persen, dan year-to-date 2,27 persen. Selain itu, terjadi kecenderungan kenaikan harga di hampir seluruh daerah, khususnya pada komoditas cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Sebagai upaya pengendalian, pemerintah pusat mendorong kerja sama antar daerah, khususnya bagi wilayah yang mengalami kekurangan stok agar dapat menjalin kemitraan dengan daerah surplus.
Selain solusi jangka pendek, turut disampaikan rencana rehabilitasi kawasan hortikultura terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berupa bantuan benih cabai untuk lahan terdampak banjir dan puso seluas 440 hektare, bantuan mulsa untuk bawang merah seluas 11,5 hektare, serta bantuan benih sayuran lainnya sebanyak 2.306 sachet. serta Dinas Perikanan. (
