Site icon Ujung Jari

PO Bus AKAP di Poros Perintis Kemerdekaan Picu Kemacetan Parah

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Keberadaan sejumlah perusahaan otobus (PO) AKAP dan AKDP di sepanjang poros Jalan Perintis Kemerdekaan kembali menjadi sorotan. Aktivitas bongkar muat barang serta naik turun penumpang yang dilakukan di luar terminal resmi dinilai menjadi biang kemacetan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pantauan di lapangan menunjukkan, bus-bus berukuran besar kerap parkir sembarangan di pinggir jalan utama Perintis Kemerdekaan. Tak hanya itu, pelataran ruko juga dijadikan terminal bayangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, sekaligus tempat bongkar muat barang.

Kondisi tersebut terlihat jelas di kawasan Kompleks Ruko Perintis, tepat di samping Gedung Mercedes Benz, Kecamatan Tamalanrea. Hampir setiap hari, khususnya pada sore hingga malam hari, sejumlah bus AKAP dan AKDP memarkir kendaraannya di area pelataran ruko yang relatif sempit.

Ironisnya, selain parkir, pelataran ruko juga dimanfaatkan sebagai tempat mencuci bus hingga bengkel darurat. Luas area parkir yang terbatas dinilai tidak sebanding dengan jumlah armada bus yang keluar masuk, sehingga memperparah kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

Situasi semakin diperparah saat bus-bus tersebut keluar masuk dari kawasan ruko menuju Jalan Perintis Kemerdekaan. Manuver bus yang memakan badan jalan kerap menutup akses kendaraan lain, menyebabkan antrean panjang dan memperlambat arus lalu lintas.

Warga dan pengguna jalan berharap aparat terkait, baik Dinas Perhubungan maupun Satlantas, segera turun tangan melakukan penertiban. Apalagi menjelang Nataru, lonjakan penumpang dikhawatirkan akan membuat kondisi lalu lintas di poros vital tersebut semakin tak terkendali.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi tersebut karena sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan keselamatan.

Ardi, seorang pengendara roda dua yang setiap hari melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, mengaku kerap terjebak macet akibat bus yang parkir dan keluar masuk kawasan ruko.

“Kalau sore sampai malam, bus-bus besar itu seenaknya parkir di pinggir jalan. Kadang tiba-tiba keluar dari pelataran ruko tanpa memperhatikan kendaraan lain. Kami pengendara motor sering kaget dan hampir terserempet,” keluh Ardi.

Keluhan serupa disampaikan Rahma, pengguna mobil pribadi. Ia menilai aktivitas PO bus di luar terminal resmi sangat tidak tertib dan merugikan pengguna jalan lainnya. Menurutnya, kemacetan di kawasan tersebut kian parah menjelang Nataru.

“Harusnya mereka masuk terminal, bukan jadikan ruko sebagai terminal. Jalan Perintis ini jalur utama, kalau satu bus saja berhenti sembarangan langsung macet panjang,” ujarnya.

Pengguna jalan lainnya juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Mereka mempertanyakan absennya penindakan tegas terhadap bus-bus yang parkir di badan jalan dan menggunakan fasilitas umum tidak sesuai peruntukannya.

“Setiap hari kejadiannya sama, tapi seperti dibiarkan. Padahal ini jelas melanggar dan membahayakan. Kalau tidak ditertibkan sekarang, nanti pas puncak arus Nataru bisa chaos,” ungkap seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya.  (drw)

Exit mobile version