MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah calon penumpang pesawat mengeluhkan dugaan praktik pemalakan berkedok jasa bantuan check-in di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Oknum petugas yang mengenakan seragam kemeja biru navy diduga meminta bayaran setelah membantu proses check-in melalui telepon genggam milik penumpang.
Ironisnya, para penumpang mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya bahwa bantuan tersebut berbayar.
Permintaan pembayaran justru disampaikan setelah proses check-in selesai dilakukan.
Salah seorang penumpang, Ronald (55), yang hendak terbang dari Makassar menuju Jakarta, mengaku terkejut saat diminta membayar Rp50 ribu per orang. “Saya kira gratis, ternyata diminta bayar Rp50 ribu. Kalau dari awal diberitahu berbayar, saya lebih memilih check-in sendiri,” ujar Ronald, Kamis (25/12).
Ronald menilai praktik tersebut sangat merugikan dan mencederai kenyamanan penumpang, terlebih Bandara Sultan Hasanuddin merupakan bandara internasional yang menjadi wajah pelayanan transportasi udara di Sulawesi Selatan.
Ia berharap pihak pengelola bandara maupun otoritas terkait segera menindaklanjuti keluhan ini dan melakukan pengawasan ketat terhadap petugas di area pelayanan penumpang agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terkait dugaan pemungutan biaya jasa check-in tersebut. (**)
