Site icon Ujung Jari

Ketua RT/RW Buntusu yang Baru Dilantik Ditantang Tertibkan PKL Melanggar di Poros BTP

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Lurah Buntusu Nasrullah tidak mampu dan diduga “Masuk Angin”. kini warga Buntusu, menantang Ketua RT dan RW di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, yang baru saja dilantik, ditantangan melakukan penertiban dan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang masih melanggar aturan di sepanjang jalan poros Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

Keberadaan PKL yang memanfaatkan bahu jalan dan trotoar dinilai kerap menimbulkan kemacetan, mengganggu kenyamanan pejalan kaki, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kondisi ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera ditangani oleh para ketua RT/RW yang baru mengemban amanah.

Sebagai ujung tombak pemerintahan di tingkat lingkungan, RT dan RW diharapkan mampu melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada para PKL agar menaati ketentuan yang berlaku.

Selain memberikan imbauan, RT/RW juga diminta aktif berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan apabila ditemukan pelanggaran yang berulang.

Penertiban PKL bukan bertujuan mematikan mata pencaharian warga, melainkan untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan poros BTP yang merupakan salah satu akses utama di BTP Tamalanrea.

“Para ketua RT dan RW yang baru dilantik diharapkan bisa segera beradaptasi dan menunjukkan peran nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga ketertiban lingkungan,” ujar Haeruddin (55) warga BTP.

Dengan sinergi antara RT/RW, pemerintah, dan masyarakat, penataan PKL di poros BTP diharapkan dapat berjalan efektif sekaligus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlangsungan ekonomi warga.

Sebelumnya, Lurah Buntusu Nasrullah sudah berulang kali turun menegur PKL, namun tidak membuahkan hasil, justru warga menduga lurah Buntusu “Masuk Angin. Disinyalir, lurah menerima upeti atau setoran dari PKL.  (drw)

Exit mobile version