Site icon Ujung Jari

Warga BTN Haji Banca Desak Pemkab Maros Tindak Tegas Developer Diduga Timbun Aliran Sungai

MAROS, UJUNGJARI.COM — Warga BTN Haji Banca, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, menyatakan keberatan dan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk bertindak tegas terhadap oknum developer Lagoosi yang diduga melakukan penimbunan aliran sungai di wilayah tersebut.

Warga menilai aktivitas penimbunan sungai yang diduga dilakukan oleh developer Lagoosi itu telah berdampak langsung terhadap lingkungan dan permukiman warga di sekitarnya, khususnya warga yang bermukim di BTN Haji Banca.

Akibatnya, aliran air menjadi terganggu dan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya banjir saat musim hujan.

H. Nurdin (58) salah seorang warga BTN Haji Banca mengungkapkan, warga telah menempuh jalur resmi dengan melayangkan surat keberatan ke DPRD Kabupaten Maros. Namun hingga kini, surat tersebut belum mendapatkan tanggapan.
“Warga sudah menyurat secara resmi ke DPRD Maros terkait keberatan atas penimbunan sungai ini, tetapi sampai sekarang belum ada respons,” ujar H Nurdin.

Tak hanya itu, ia juga mengaku telah menyampaikan keberatan yang sama kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros. Namun, laporan tersebut juga belum mendapatkan tindak lanjut.

“Masyarakat juga sudah melayangkan surat keberatan ke DLH Maros, tapi sampai saat ini belum digubris. Padahal dampaknya sudah kami rasakan langsung,” tambahnya.

Ia menilai penyempitan aliran sungai tersebut berpotensi melanggar aturan tata ruang dan ketentuan perlindungan lingkungan hidup. Karena itu, warga mendesak Pemkab Maros melalui OPD terkait agar segera turun ke lapangan melakukan pengecekan, menghentikan aktivitas penimbunan, serta memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran.

“Kami berharap pemerintah hadir dan tidak menunggu sampai terjadi banjir atau korban. Lingkungan kami harus dilindungi,” tegas Lukman warga Haji Banca.

Hingga berita ini diturunkan, pihak developer Lagozi maupun DLH Kabupaten Maros belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penimbunan aliran sungai tersebut.  (drw)

Exit mobile version