Site icon Ujung Jari

Jelang Pergantian Tahun 2026, Penjualan Kembang Api Sepi, Kondom Justru Laris Manis

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Menjelang malam pergantian tahun 2026, penjualan kembang api dan petasan di sejumlah wilayah Kota Makassar terpantau sepi. Kondisi ini disebut para pedagang sebagai dampak dari imbauan pemerintah yang melarang penggunaan kembang api dan petasan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sejumlah penjual kembang api mengaku pendapatannya turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pembeli yang biasanya memadati lapak sejak sore hari, kini nyaris tak terlihat.

“Tidak ada pembeli. Banyak warga takut beli karena ada imbauan larangan dari pemerintah,” ujar Udin salah seorang pedagang kembang api di BTP, Rabu (31/12/2025).

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, penjualan kondom justru mengalami lonjakan signifikan. Beberapa penjaga toko dan apotek mengaku permintaan meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir menjelang tahun baru.

“Kalau hari biasa jarang yang cari, tapi hari ini banyak yang beli,” ungkap Risma, seorang penjaga apotek di Jl AP Pettarani, Makassar.

“Kalau hari-hari biasa untung kalau ada cari dalam sebulan. Paling kalau ada, hanya satu dua saja,” ujarnya.

Pengakuan yang sama, penjaga Apotik di Urip Sumoharjo, Makassar, Heri, mengaku hari ini sudah ada lima orang yang datang beli kondom. “Hari ini, sudah lima orang yang beli, kalau hari biasa jarang yang mencari,” ujar Heri tersenyum kepada media ini.

Menanggapi fenomena ini, pengamat sosial perkotaan, Dr. Rahmat Hidayat, menilai pergeseran pola perayaan malam tahun baru merupakan dampak dari pembatasan ruang publik dan perubahan gaya hidup masyarakat.

“Ketika ruang ekspresi publik seperti kembang api dibatasi, masyarakat mencari bentuk perayaan yang lebih privat. Ini menunjukkan adanya pergeseran dari perayaan komunal ke perayaan personal,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, meningkatnya penjualan alat kontrasepsi menjelang malam tahun baru bukanlah hal baru, namun cenderung berulang setiap tahun.

“Fenomena ini terjadi hampir setiap pergantian tahun. Ini menjadi indikator bahwa edukasi kesehatan reproduksi tetap penting agar perayaan tidak berujung pada persoalan sosial di kemudian hari,” pungkasnya.

Fenomena ini menjadi potret unik pergantian tahun 2026, di mana imbauan pemerintah berdampak langsung pada sektor usaha musiman, sekaligus memperlihatkan dinamika perilaku masyarakat dalam menyambut tahun baru. (**)

Exit mobile version