MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Menjelang musim 2026, PSM Makassar kembali berada di titik krusial yang kerap berulang dalam perjalanan klub berjuluk Juku Eja.
Antara menjaga identitas permainan yang telah terbentuk atau melakukan perubahan signifikan melalui bursa transfer, manajemen dan tim pelatih dituntut mengambil keputusan strategis di tengah tekanan hasil dan ekspektasi tinggi suporter.
Sorotan utama mengarah kepada pelatih kepala Tomas Trucha. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerjanya menjadi penanda paling kuat dari arah wajah baru PSM Makassar. Namun, sinyal perubahan yang muncul bukan semata ditunjukkan lewat wacana kedatangan pemain anyar, melainkan pada konsistensi filosofi permainan, kejelasan pakem taktik, serta keberanian memaksimalkan potensi skuad yang telah ada.
Sepanjang musim berjalan, PSM dinilai masih mencari keseimbangan antara soliditas kolektif dan efektivitas serangan. Beberapa laga menunjukkan peningkatan dalam organisasi permainan, namun inkonsistensi hasil membuat evaluasi terhadap pendekatan Trucha tak terelakkan.
Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa manajemen tengah membuka ruang perombakan, terutama di sektor yang dianggap belum memberikan kontribusi maksimal.
Pengamat sepak bola nasional, Andi Surya, menilai arah perubahan PSM tidak serta merta harus diwujudkan dengan belanja besar pemain.
“PSM selalu kuat ketika bertumpu pada sistem dan kolektivitas. Jika Trucha diberi kepercayaan penuh, maka penambahan pemain seharusnya spesifik, bukan sekadar menumpuk nama,” ujarnya. (**)
