Site icon Ujung Jari

RSUD Syekh Yusuf Resmi Terapkan BLUD, Husniah Minta Tak Ada Lagi Keluhan Masyarakat Soal Layanan Rumah Sakit

GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Husniah Talenrang melaunching penerapan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) untuk RSUD Syekh Yusuf. Launching ini dilakukan pada Senin (5/1) siang di aula RSUD Syekh Yusuf dihadiri Ketua DPRD Gowa Muh Ramli Sidik, Sekretaris Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, unsur pimpinan DPRD Gowa, para pimpinan SKPD dan Camat lingkup Pemkab Gowa serta manajemen RSUD Syekh Yusuf.

Bupati Gowa Husniah Talenrang pada kesempatan tersebut, mengatakan BLUD ini merupakan upaya mendukung program dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Gowa di bidang kesehatan.

“BLUD ini baru kita terapkan di RSUD Syekh Yusuf, bukan berarti kita ketinggalan. Kita tentu berupaya bisa menjajal kesuksesan daerah lain yang sudah duluan melakukannya. Harapan saya, dengan BLUD ini kita sudah bisa meningkatkan kualitas pelayanan RSUD kepada masyarakat. Dengan manajemen SDM yang baru dan dengan pengelolaan administratifnya yang baru serta pengelolaan keuangan yang baik, maka diharapkan tidak ada lagi persoalan riskan yang kita dengar dari RSUD seperti hutang listrik, hutang obat dan lain sebagainya,” tandas Bupati Gowa.

Meski telah melakukan BLUD, namun kata Husniah, pemerintah masih tetap berkewajiban untuk melakukan pengawasan kepada RSUD Syekh Yusuf sehingga seiring melaksanakan manajemen baru, RSUD juga bisa melakukan tanggung jawab pelaporan kepada pemerintah kabupaten.

“Karena BLUD ini masih baru tentunya pemerintah kabupaten akan selalu melakukan evaluasi. Tujuannya untuk memperbaiki. Dan terlepas dari itu, ada DPRD yang tugasnya mengawasi RSUD ini. Mari kita lakukan pengawasan dengan baik. Hari ini janji yaa..tidak ada lagi yang melakukan hal-hal di luar dari target kerja. Dan itu tetap dalam pengawasan bersama. Kita berharap RSUD ini tetap menjadi rumah sakit andalan masyarakat Gowa maupun Sulsel, ” tegas Bupati Gowa.

Sementara Plt Direktur RSUD Syekh Yusuf dr Gaffar T Karim kepada ujungjari.com mengatakan, rumah sakit tipe B yang dipimpinnya ini, didukung tenaga medis sebanyak 640 lebih (termasuk 56 dokter spesialis).

Dan terkait penerapan BLUD, dr Gaffar yang saat ini masih menjabat sebagai Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa mengatakan, persiapannya terkait aspek legal dan aspek teknis.

Dalam aspek legal katanya, ada 11 peraturan bupati yang diakselerasi didalamnya. Sedang terkait BLUD sendiri, ada 8 fleksibilitas minimal ditetapkan. Dan semua itu mengarah kepada pengelolaan keuangan internal, pengelolaan aset, barang dan jasa, pengelolaan mutu serta keselamatan pasien. Termasuk juga peningkatan kapasitas SDM, kompetensi dan lainnya.

“Jadi banyak hal teknis di BLUD yang kita persiapkan. Dan di fase ini setelah SK (surat keputusan) penetapan dan semua kelengkapannya itu ada dari Ibu Bupati maka baru di awal tahun 2026 ini, BLUD bisa kita laksanakan, ” jelas dr Gaffar.

Terkait pelaksanaannya, menurut dr Gaffar, tidak banyak perbedaan baik sebelum maupun setelah BLUD dilaksanakan.

“Sebenarnya hampir sama, tidak ada bedanya. Dari sisi akuntabilitasnya tidak ada bedanya, cuma ada banyak urusan yang terkait dengan time respon. Fleksibilitas yang terutama terkait dengan keuangan dan sumber daya itu lebih ke rumah sakitnya sendiri. Jadi sekarang dengan era kompetensi rumah sakit ini ada istilah tarung bebas. Rumah sakit ini diarahkan untuk tarung bebas. Jadi masyarakat akan bisa memilih, tidak dipaksa lagi masuk ke rumah sakit. Jadi kalau rumah sakit ini tidak siap dengan kebijakan yang ada, pastilah bisa mempengaruhi mutu layanan dan lainnya,” papar dr Gaffar.

Terkait sistem rujukan, tambahnya masih mengacu pada sistem kemarin. Dengan kompetensi utama atau madya yang saat ini dimiliki rumah sakit, ada beberapa yang bisa dirujuk ke rumah sakit yang kompetensinya paripurna seperti RSU Wahidin dan rumah sakit vertikal seperti RS CPI milik Kemenkes RI.

Sementara untuk layanan khusus jantung, RSUD Syekh Yusuf kata dr Gaffar, pihaknya masih menunggu pengadaan Cathlab untuk rujukan jantung. Cathlab adalah ruang khusus di rumah sakit untuk pemeriksaan dan tindakan medis pada jantung serta pembuluh darah.

“Mudah-mudahan tahun ini pada semester dua paling lambat, masyarakat sudah bisa merasakan layanan jantung atau Cathlab ini,” jelas dr Gaffar. –

Exit mobile version