Site icon Ujung Jari

PKB Makassar Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Bantuan Alat Produksi

MAKASSAR, UJUNGJARI — Upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan terus dilakukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar. Melalui program pemberdayaan UMKM, PKB menyalurkan bantuan peralatan produksi kepada 69 pelaku usaha kecil dan menengah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kota Makassar.

Bantuan yang diberikan tidak bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan usaha masing-masing penerima. Sejumlah pelaku UMKM menerima mesin kopi untuk mendukung usaha minuman, sebagian lainnya memperoleh mesin cup sealer, sementara pelaku usaha konveksi dan jahit diberikan mesin jahit guna meningkatkan produktivitas.

Langkah ini tidak hanya berhenti pada penyerahan alat. DPC PKB Makassar juga menyiapkan skema pendampingan dan pemantauan berkelanjutan agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan berdampak langsung terhadap perkembangan usaha.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menegaskan bahwa bantuan alat produksi merupakan bentuk intervensi nyata untuk membantu UMKM naik kelas dan lebih kompetitif.

“Yang kami dorong bukan sekadar memberi alat, tetapi memastikan alat itu digunakan secara maksimal. Karena itu, setelah penyaluran akan ada monitoring dan pendampingan, agar bantuan ini benar-benar meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan pelaku UMKM,” ungkapnya, Selasa (6/1/2026).

Senada dengan itu, Ketua DPC PKB Kota Makassar, Fauzi Andi Wawo, menyampaikan bahwa program pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari agenda besar PKB dalam memperkuat ekonomi rakyat di tingkat lokal.

“PKB ingin kehadiran partai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Dengan dukungan alat produksi ini, kami berharap usaha kecil bisa tumbuh lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program ini, PKB Makassar berharap UMKM lokal tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang, meningkatkan kualitas produk, serta berkontribusi lebih besar terhadap penguatan ekonomi daerah di Kota Makassar.

Exit mobile version