MAKASSAR, UJUNGJARI–Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI, pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Berdasarkan lampiran Surat Kementerian Pertanian RI Nomor: B-13/TU.020/A/01/2026, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi menerima penghargaan bersama sejumlah pejabat tinggi Kejaksaan Republik Indonesia yang dinilai memiliki peran strategis dalam pengamanan kebijakan pangan nasional.
Sejumlah pejabat Kejaksaan Agung RI yang turut menerima penghargaan tersebut antara lain:
Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M. – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen
Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus
Dr. Kuntadi, S.H., M.H. – Kepala Badan Pemulihan Aset
Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H. – Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pertimbangan dan Pengembangan Hukum
Agus Salim, S.H., M.H. – Inspektur Keuangan II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan
Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum. – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara
Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, S.H., M.H. – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi negara terhadap peran aktif institusi kejaksaan dalam mengawal kebijakan strategis nasional, khususnya dalam menjamin keamanan, kelancaran, serta akuntabilitas program swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Dalam sambutannya di acara tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan kekagumannya terhadap peran besar petani bagi bangsa. Beliau menegaskan bahwa petani adalah pilar utama yang menyokong negara, bahkan sejak masa perang kemerdekaan.
“Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia. Yang memberikan makan pada tentara pejuang adalah para petani di Indonesia. Para petanilah yang paling setia, yang paling loyal, dan yang paling merah putih di Republik Indonesia ini,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan petani dan tamu undangan.
Merespons hal tersebut, Kajati Sulsel Dr. Didik Farkhan Alisyahdi mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas pengawalan hukum yang dilakukan jajaran Kejaksaan. Pihaknya berkomitmen memastikan program strategis nasional di sektor pertanian, khususnya di Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional, berjalan dengan efektif, transparan, dan akuntabel.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh jajaran Kejaksaan. Sebagaimana pesan Bapak Presiden tentang besarnya jasa petani, kami di jajaran hukum bertugas memastikan hak-hak mereka terlindungi dan program swasembada pangan ini bebas dari kendala hukum,” jelas Didik Farkhan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Menteri Kabinet, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Wakil Panglima TNI, Ketua Komisi IV DPR RI, Jamintel, Jampidsus, Kaban Pemulihan Aset, para gubernur, kepala daerah, serta ribuan petani dari berbagai wilayah sentra produksi pangan nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan capaian dan proyeksi strategis sektor pangan nasional. Produksi beras nasional pada tahun ini ditargetkan mencapai 34 juta ton.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah tercatat mencapai 3,2 juta ton. Angka tersebut dinilai sangat aman dan bahkan melampaui capaian historis Indonesia yang pada tahun 1984 pernah memperoleh penghargaan dari FAO saat cadangan beras berada di kisaran 2 juta ton. Menteri Pertanian menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga pangan. (*)
