JAKARTA, UJUNGJARI.COM — FIFA kembali menunjukkan keseriusannya dalam memanfaatkan teknologi mutakhir demi meningkatkan kualitas dan keadilan dalam pertandingan sepak bola.
Federasi sepak bola dunia itu memastikan akan menggunakan avatar berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu pengambilan keputusan offside semi-otomatis pada Piala Dunia musim panas mendatang.
Penggunaan avatar AI ini menandai terobosan besar dalam evolusi teknologi perwasitan, khususnya pada sistem semi-automated offside technology yang sebelumnya telah diterapkan di berbagai turnamen internasional.
Dengan teknologi terbaru ini, FIFA berharap keputusan wasit dapat diambil dengan lebih cepat, akurat, dan objektif.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan bahwa seluruh pemain yang akan tampil di Piala Dunia diwajibkan menjalani pemindaian digital tubuh sebelum turnamen dimulai.
Proses pemindaian tersebut bertujuan untuk menangkap dimensi fisik pemain secara detail dan presisi.
“Hasil pemindaian akan digunakan untuk menciptakan model tiga dimensi atau avatar 3D personal yang merepresentasikan dimensi fisik asli setiap pemain secara akurat,” ujar Infantino.
Avatar 3D tersebut kemudian akan diintegrasikan ke dalam sistem offside semi-otomatis dan dimanfaatkan oleh Video Assistant Referee (VAR) dalam proses pengambilan keputusan.
Dengan bantuan AI, sistem ini mampu melacak posisi tubuh pemain secara real-time, termasuk bagian tubuh yang sah untuk mencetak gol.
FIFA menilai inovasi ini sebagai langkah strategis untuk meminimalkan kesalahan manusia dan meningkatkan transparansi dalam setiap keputusan krusial. Teknologi avatar AI diharapkan menjadi standar baru dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola level dunia di masa depan. (**)
