Site icon Ujung Jari

Belum Lama Dikerjakan, Aspal Jalan Perintis Kemerdekaan Kembali Rusak dan Makan Korban

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Jalan aspal yang baru saja dikerjakan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, kembali mengalami kerusakan parah.

Lapisan aspal terlihat terkelupas dan berpasir, dengan material aspal berhamburan di badan jalan sehingga sangat membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi di sejumlah titik strategis. Aspal terkelupas terlihat di depan kawasan Telkomas, depan Raider 700, depan SDN Bontoramba, depan Yonif Kavaleri, depan Top Mode, depan Kantor DPW Muhammadiyah, hingga di pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea.

Selain itu, kondisi serupa juga ditemukan di depan Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua. Permukaan jalan yang licin akibat pasir aspal membuat kendaraan sulit dikendalikan, terutama saat kecepatan tinggi atau kondisi jalan ramai.

Dampak dari kerusakan tersebut sudah memakan korban. Pada Sabtu kemarin, dilaporkan sedikitnya tiga pengendara sepeda motor terjatuh saat melintas di  lokasi jalan rusak tersebut.

“Tadi pagj, di depan SPN Batua sudah tiga motor jatuh, gara-gaea aspal licin dan berpasir, saya lihat,” kata Arman penjual nasi kuning mobil keliling yang setiap hari mangkal di depan Taman Makam Pahllawan, Sabtu (10/1).

Pengendara berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan menyeluruh dan tidak sekadar tambal sulam. Pasalnya, Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan salah satu jalur utama dengan volume lalu lintas tinggi.

Salah seorang pengendara motor, Andi (32), mengeluhkan kondisi aspal yang terkelupas dan berpasir di sejumlah titik Jalan Perintis Kemerdekaan. Menurutnya, jalan tersebut sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua.

“Aspalnya seperti pasir semua di atas jalan. Sekali rem mendadak, motor bisa langsung tergelincir. Ini bukan rusak biasa, tapi sangat berbahaya,” ujarnya saat ditemui di sekitar kawasan Telkomas.

Keluhan serupa disampaikan Rahmat (27), pengendara yang hampir terjatuh saat melintas di depan pintu 1 Unhas Tamalanrea. Ia menilai kualitas aspal patut dipertanyakan karena belum lama dikerjakan namun sudah mengelupas.

“Ini jalan baru, tapi sudah terkelupas. Kalau malam atau hujan, lebih bahaya lagi karena pasirnya tidak kelihatan,” kata Rahmat.

Sementara itu, pengendara lain, Siti (29), mengaku kini terpaksa memperlambat laju kendaraan setiap melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan. Ia berharap pemerintah  segera turun tangan sebelum korban terus bertambah.

“Sudah ada yang jatuh, jangan tunggu ada korban lebih parah baru diperbaiki. Kami hanya minta jalan yang aman,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kerusakan aspal yang baru dikerjakan tersebut maupun rencana perbaikannya.   (drw)

Exit mobile version