BULUKUMBA, UJUNGJARI.COM — Pelayaran kapal ferry rute Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, diterapkan dengan sistem buka tutup pada Minggu (11/1/2026).
Kebijakan ini diambil menyusul tingginya gelombang dan angin kencang yang melanda perairan Selayar–Bira.
“Kami berlakukan sistem buka tutup karena kondisi cuaca kurang bagus,” ujar Supervisor ASDP Bira–Selayar, Gufron.
Pada subuh hari, KMP Bontoharu diberangkatkan lebih awal dari Pelabuhan Pamatata dibanding jadwal normal. Kapal tersebut mengangkut penumpang yang sempat tertunda keberangkatannya sejak Sabtu (10/1/2026) siang akibat gelombang tinggi dan angin kencang.
Otoritas pelabuhan menghentikan sementara pelayaran demi keselamatan penumpang.
Berdasarkan pemantauan, tinggi gelombang mencapai sekitar 3 meter dengan kecepatan angin berkisar 35–40 knot. KMP Bontoharu akhirnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Bira sekitar pukul 07.00 Wita.
“Rencananya kami akan kembali memuat penumpang jika kondisi cuaca sudah membaik,” tambah Gufron.
Sebelumnya, Kepala Syahbandar Bira, Sjech Idrus, menegaskan kepada pihak ASDP dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak memaksakan pelayaran saat cuaca ekstrem. “Jangan dipaksakan kalau memang cuaca buruk,” tegasnya.
Sebagai informasi, akses menuju Kepulauan Selayar dapat ditempuh melalui jalur laut dari Pelabuhan Makassar maupun Pelabuhan Bira, Bulukumba.
Selain itu, Selayar juga dapat diakses dari arah Nusa Tenggara Timur melalui Pelabuhan Pattumbukang. Sementara jalur udara tersedia melalui penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Aroepala Selayar. (Kmp)
