Site icon Ujung Jari

Proyek Jalan Perintis Kemerdekaan Selalu Dikebut Akhir Tahun, Salah Perencanaan atau Pola Lama?

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pelaksanaan proyek perbaikan dan pengaspalan Jalan Nasional Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, kembali menuai sorotan publik. Pasalnya, proyek yang bersifat rutin dan strategis ini hampir selalu dikerjakan menjelang akhir tahun anggaran, bertepatan dengan musim hujan.

Kondisi tersebut dinilai tidak ideal dan berulang setiap tahun. Akibatnya, kualitas pekerjaan kerap dipertanyakan karena aspal rentan rusak saat curah hujan tinggi.

Di sejumlah titik, aspal yang baru saja dikerjakan bahkan cepat terkelupas, bergelombang, dan membahayakan pengguna jalan.

Pengamat infrastruktur transportasi, Abd Rahman, menilai pola pengerjaan proyek di akhir tahun menunjukkan lemahnya perencanaan teknis dan manajemen anggaran.

Menurutnya, proyek jalan nasional semestinya dikerjakan pada pertengahan tahun saat kondisi cuaca lebih stabil.
“Pekerjaan aspal sangat sensitif terhadap air. Jika dipaksakan saat musim hujan, daya rekat dan kepadatan aspal tidak maksimal. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi juga perencanaan,” ujarnya.

Ia mempertanyakan alasan proyek strategis seperti Jl Perintis Kemerdekaan tidak dijadwalkan lebih awal. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama ekonomi, pendidikan, dan logistik di Makassar dan sekitarnya.

“Kalau hampir setiap tahun dikerjakan di waktu yang sama dan hasilnya berulang bermasalah, wajar publik bertanya, kenapa tidak dikerjakan pertengahan tahun? Ada apa dengan proses perencanaannya?” tegasnya.

Selain berdampak pada kualitas jalan, pengerjaan di musim hujan juga dinilai boros anggaran karena berpotensi menimbulkan pekerjaan ulang (rework) dan biaya pemeliharaan dini. Hal ini bertentangan dengan prinsip efisiensi penggunaan anggaran negara.

Masyarakat pun berharap instansi terkait, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengadaan dan pelaksanaan proyek.

Transparansi perencanaan dan ketegasan pengawasan terhadap kontraktor dinilai menjadi kunci agar proyek jalan nasional tidak terus mengulang persoalan yang sama setiap tahun.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pengerjaan yang kerap dilakukan di akhir tahun anggaran.  (drw)

Exit mobile version