Site icon Ujung Jari

Cegah Banjir, Husniah Minta Dinas PUPR dan DLH Bersihkan Sumber Genangan Air di Tiga Titik Kronis Somba Opu

GOWA, UJUNGJARI.COM — Wilayah kota Sungguminasa Kecamatan Somba Opu merupakan titik sentral perekonomian Kabupaten Gowa. Namun selama musim penghujan, kondisi wilayah kota sangat rawan genangan air hingga banjir.

Karena itu Bupati Gowa Husniah Talenrang turun langsung mencari titik kronis penyebab genangan air. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir. Jika dibiarkan maka akan menjadi kondisi rawan dan akan terus menimbulkan banjir.

Pada Sabtu (10/1) sore lalu, Bupati Husniah Talenrang disertai beberapa pejabat terkait turun meninjau genangan air dan drainase di sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Somba Opu. Dengan mengendarai sepeda motor di bawah curahan hujan, Bupati Husniah mendatangi satu persatu titik yang selalu menjadi langganan genangan air hingga setinggi 30 centimeter dari permukaan jalan aspal.

Salah satu titik lokasi yang dikunjungi yakni Poros Perbatasan Sungguminasa-Makassar di Jalan Sultan Hasanuddin, saat mengecek drainase, rombongan bupati menemukan satu titik penyebab utama banjir yakni saluran air yang tersumbat sampah.

“Ternyata sampahnya sangat banyak dan bertumpuk. Inilah yang menyebabkan di batas kota sering tergenang,” kata Husniah.

Selain di batas kota, rombongan bupati juga mendatangi titik prioritas lainnya yakni di depan kantor Satpol PP, depan kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan serta di kawasan jalan Manggarupi di Kelurahan Batangkaluku.

“Kami turun ini untuk mencari tahu titik penyebab genangan dan banjir. Kita bersihkan sampahnya yang menutupi lubang atau saluran. Semoga dengan cara ini tidak ada lagi sampah-sampah yang nyangkut. Kondisi seperti ini harus menjadi rutinitas sehingga betul-betul air hujan tidak menyisakan genangan tapi mengalir lancar ke saluran air, ” jelas bupati.

Dikatakannya, penanganan genangan air yang bisa mengakibatkan banjir membutuhkan kerja kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Harus ada gerakan antisipatif. Jangan menunggu banjir dulu baru bergerak.

“Kalau kita ingin Gowa aman dari banjir, maka saluran air harus dijaga bersama, harus selalu bersih dari sampah. Pemerintah berkomitmen menjadikan pembersihan drainase sebagai agenda rutin, bukan sebagai respons darurat saat banjir terjadi,” tandas Bupati Gowa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gowa Rusdy Alimuddin mengatakan, sejumlah saluran drainase harus segera dibersihkan baik dari sedimen maupun sampah yang mengapung. Pembersihan saluran drainase ini sudah menjadi instruksi langsung Bupati Gowa dan segera ditangani.

“Saat ini tim Dinas PUPR telah bekerja menangani genangan air, dan pada Senin mendatang akan diterjunkan tim yang lebih besar untuk membersihkan serta mengangkut sedimen di dalam drainase. Dan kami tidak bekerja sendiri tapi berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa terutama dalam penyediaan armada pengangkut sampah hasil pengerukan drainase dan sampah penyumbat saluran air untuk dibawa ke TPA. Dan sebagai partisipasi aktif, kami meminta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan karena itu menjadi penyebab utama saluran tersumbat sehingga air meluap ke jalanan,” kata Kadis PUPR Gowa. –

Exit mobile version