PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Pengamat keselamatan penerbangan yang juga mantan pilot, Rachmuyono, menduga pesawat ATR yang dilaporkan hilang kontak kemungkinan mengalami kecelakaan setelah menabrak gunung dan meledak.
Dugaan ini menguat apabila benda atau puing yang ditemukan warga di kawasan pegunungan benar merupakan bagian dari pesawat tersebut.
Menurut Rachmuyono, indikasi tabrakan dengan medan pegunungan terlihat dari ciri-ciri temuan di lokasi, berupa serpihan logam yang terbakar. Selain itu, laporan warga dan pendaki yang melihat adanya api di atas gunung turut memperkuat dugaan terjadinya benturan keras sebelum pesawat meledak.
“Jika benar itu puing pesawat ATR, maka besar kemungkinan pesawat menabrak gunung terlebih dahulu. Temuan serpihan yang terbakar serta adanya api di atas gunung menjadi indikasi kuat terjadinya ledakan pasca benturan,” ujar Rachmuyono, Sabtu (17/1) sore.
Ia menambahkan, beberapa benda atau serpihan yang ditemukan warga diduga kuat merupakan bagian dari pesawat ATR. Salah satunya berupa selembar kertas yang terdapat gambar pesawat, yang mengarah pada identifikasi sebagai milik pesawat ATR.
“Dari ciri-ciri yang beredar, termasuk adanya kertas dengan gambar pesawat, itu diduga kuat berasal dari pesawat ATR,” jelasnya.
Sebelumnya, warga menemukan sejumlah benda mencurigakan di kawasan kaki gunung Bulusaraung, Pangkep, yang diduga kuat sebagai lokasi jatuhnya pesawat.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat dan instansi terkait.
Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya masih melakukan pencarian dan pendalaman di lokasi.
Otoritas penerbangan dijadwalkan melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut. (drw)
