PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan mulai Minggu (18/1/2026) hari ini memfokuskan pencarian terhadap 11 korban serta black box pesawat ATR-400/PK-THT yang dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep–Maros–Bone, Sulawesi Selatan.
Lokasi dugaan titik jatuhnya pesawat berlogo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut berada di punggung utara dan timur Gunung Bulusaraung, gunung tertinggi ke-6 di Sulsel dengan ketinggian antara 1.353 hingga 1.531 meter di atas permukaan laut (Mdpl), setelah Gunung Bawakaraeng (2.830 mdpl) dan Lompobattang (2.874 mdpl).
Posko SAR utama kini berada di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, dengan ketinggian sekitar 1.100 Mdpl. Kawasan ini dikenal memiliki medan karst yang terjal, hutan dengan vegetasi basah, serta tingkat kemiringan lereng mencapai 45 hingga 75 derajat.
“Embun dan halimun pagi biasanya membuat jalan licin, apalagi kalau hujan turun,” ujar Plt Kepala BPBD SAR Pangkep, M Akbar Yunus (53), Minggu dini hari.
Hingga Minggu (18/1/2026) pukul 01.00 Wita, posko SAR utama resmi dipindahkan dari Desa Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, ke Desa Tompobulu, Pangkep.
Relokasi dan mobilisasi personel diputuskan sejak Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita.
Jarak tempuh dari posko sebelumnya di Maros menuju Pangkep sekitar 32 kilometer. Pemindahan posko dilakukan untuk mempercepat akses menuju lokasi pencarian yang berada di kawasan Bulusaraung, Taman Nasional Bantimurung, serta bentang alam karst Geopark Maros–Pangkep.
Kepala BPBD Pangkep, Akbar Yunus, berharap kondisi cuaca mendukung upaya pencarian hari ini. “Kami berharap kawasan Bulusaraung tidak diguyur hujan agar proses evakuasi dan pencarian bisa berjalan maksimal,” katanya. (Jeel)
