SOROWAKO, UJUNGJARI.COM — Nama Andy Dahananto dikenal luas di dunia penerbangan nasional. Tak hanya sebagai pilot senior dengan jam terbang tinggi, ia juga merupakan sosok penting di balik operasional PT Indonesia Air Transport (IAT).
Sejak Juni 2019, Andy dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasi, membawa pengalaman panjang dari kokpit hingga ke ranah manajerial.
Pria kelahiran 1967 ini merupakan lulusan Juanda Flying School pada 1987. Setahun berselang, ia memulai karier sebagai pilot fixed wing.
Lebih dari 35 tahun berkecimpung di dunia penerbangan, konsistensi dan rekam jejak profesional Andy menjadikannya figur yang dihormati.
Penunjukannya sebagai Direktur Operasi melalui Akta Keputusan Rapat No. 14 Tahun 2019 dinilai sebagai langkah strategis perusahaan untuk menjaga standar keselamatan dan efisiensi armada.
Meski berkiprah di tingkat nasional dan bermukim di Jakarta untuk kepentingan pekerjaan, Andy memiliki kedekatan yang kuat dengan Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.
Ia diketahui berdomisili di kawasan Jalan Sultan Hasanuddin, Blok F, Sorowako, dan keluarganya merupakan bagian dari masyarakat setempat.
Keterkaitan antara dunia penerbangan dan industri pertambangan juga tercermin dalam kehidupan pribadinya.
Istri Andy, Widyarlina, merupakan karyawati PT Vale Indonesia Tbk, perusahaan pertambangan nikel terbesar di wilayah tersebut.
Perpaduan peran pasangan ini mencerminkan kontribusi keluarga profesional yang terlibat langsung dalam dua sektor vital di Luwu Timur, yakni transportasi udara dan industri pertambangan.
Dari sisi tata kelola, perusahaan menegaskan bahwa Andy menjalankan tugasnya dengan prinsip integritas dan transparansi.
Ia tercatat tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Dewan Komisaris maupun jajaran Direksi lainnya, sehingga setiap keputusan operasional diambil secara profesional demi kepentingan perusahaan dan para mitra, termasuk di sektor carter industri.
Bagi masyarakat Sorowako, Andy Dahananto menjadi inspirasi bahwa putra daerah dan warga yang menetap di wilayah tersebut mampu meniti karier hingga level nasional tanpa melupakan akar dan komunitas tempat tinggalnya. (**)
