PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport (IAT) yang dikabarkan hilang kontak pada penerbangan rute Yogyakarta–Makassar, Sabtu (17/1/2026), merupakan pesawat turboprop regional yang banyak digunakan untuk rute jarak menengah.
Menurut data resmi, ATR 42-500 memiliki spesifikasi sebagai berikut:
● Tipe Pesawat: ATR 42-500
● Kapasitas Penumpang: 42–50 orang
● Panjang Pesawat: 22,7 meter
● Lebar Sayap: 24,6 meter
● Tinggi: 7,6 meter
● Mesin: 2 × Pratt & Whitney PW127E turboprop
● Kecepatan Maksimum: Sekitar 556 km/jam
● Jarak Tempuh Maksimum: 1.500 km
● Tahun Pembuatan: Varian ATR 42-500 mulai diproduksi pada awal 1990-an
Pesawat ini dikenal andal untuk mendarat di bandara dengan landasan pendek dan kondisi cuaca sulit, sehingga sering digunakan untuk rute-rute domestik di Indonesia.
Dalam penerbangan yang hilang kontak, ATR 42-500 mengangkut 8 kru dan 3 penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Tim SAR gabungan hingga kini terus melakukan pencarian di kawasan Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep, Maros, dan Bone, Sulawesi Selatan.
Plt Kepala BPBD SAR Pangkep, M. Akbar Yunus, menyebut medan pencarian yang terjal menjadi tantangan utama tim.
“Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk helikopter TNI AU, untuk memastikan seluruh titik potensi ditempuh,” ujar Akbar.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian korban dan black box pesawat masih terus berjalan. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mendoakan keselamatan para penumpang serta kru pesawat. (**)
