MAROS, UJUNGJARI.COM — Proses evakuasi korban pertama jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung difokuskan melalui jalur darat Camba, Kabupaten Maros, pada hari keempat pascakejadian, Selasa (20/1/2026).
Kepala Seksi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR gabungan hingga kini masih berjibaku melakukan proses evakuasi di medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.
Menurut Andi Sultan, jalur darat melalui Camba menjadi opsi utama dalam rencana evakuasi korban mengingat kondisi cuaca yang belum memungkinkan penggunaan jalur udara.
“Masih dalam proses evakuasi. Kami belum terhubung langsung dengan tim yang berada di titik evakuasi, namun rencana awal memang jenazah akan diturunkan melalui jalur Camba,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya evakuasi terhadap dua korban yang telah ditemukan pada hari kedua dan ketiga pencarian masih terus dilakukan. Namun, cuaca ekstrem berupa kabut tebal dan hujan deras di puncak Gunung Bulusaraung menjadi kendala utama dalam percepatan proses tersebut.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat itu juga membuat evakuasi menggunakan helikopter tidak dapat dilakukan.
Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menegaskan bahwa jalur udara sudah tidak memungkinkan untuk digunakan dalam situasi saat ini.
“Ini jelas sudah tidak mungkin evakuasi melalui jalur udara, karena cuaca sangat ekstrim,” kata Brigjen Andre Clift Rumbayan saat ditemui seusai memimpin apel.
Ia menambahkan, keputusan menempuh jalur darat dilakukan agar proses evakuasi tetap berjalan demi memberikan kepastian kepada pihak keluarga korban.
“Kita evakuasi darat, karena ini untuk mengejar keluarga korban mendapatkan kepastian,” lanjutnya.
Terkait posisi korban, Danrem menyampaikan bahwa dua tim khusus telah disiapkan untuk mengevakuasi dua korban yang telah ditemukan.
“Korban kedua sudah berada di lereng, sementara korban pertama masih kita usahakan untuk bisa diturunkan,” jelasnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan masih terus bersiaga di lapangan sambil menunggu kondisi cuaca membaik guna mempercepat proses evakuasi. (drw)
