PANGKEP, UJUNGJARI.COM – Sejak pukul 06.00 Wita, personel TNI telah bersiaga untuk melanjutkan penelusuran menuju titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026).
Meski hujan lebat mengguyur sejak subuh dini hari, kesiapsiagaan aparat tetap terjaga demi mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat tersebut.
Pantauan di Posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, menunjukkan aktivitas personel sudah berlangsung sejak pagi hari.
Sejumlah anggota TNI tampak bersiaga di dalam dan sekitar posko, melakukan persiapan logistik, pengecekan perlengkapan, serta berkoordinasi dengan tim SAR gabungan sebelum diberangkatkan ke lapangan.
Di sela kesiapan tersebut, beberapa personel terlihat memanfaatkan waktu untuk beristirahat guna menjaga stamina.
Perlengkapan yang dibawa pun terbilang cukup besar, mulai dari alat komunikasi hingga perangkat Starlink untuk mendukung konektivitas di medan sulit.
Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang turun sejak pukul 05.20 Wita tidak menyurutkan semangat tim di lapangan.
Kondisi cuaca yang kurang bersahabat justru diantisipasi dengan penguatan koordinasi dan penyesuaian strategi pencarian, mengingat medan menuju lokasi jatuhnya pesawat dikenal terjal dan licin.
Posko gabungan menjadi pusat kendali operasi, tempat seluruh informasi lapangan dihimpun dan disinkronkan.
Dari lokasi ini pula, pergerakan personel TNI, Basarnas, serta unsur pendukung lainnya diarahkan secara bertahap menuju titik-titik yang telah dipetakan sebelumnya.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat tersebut mengangkut total 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.
Hingga hari ketiga pencarian, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di jurang Gunung Bulusaraung dengan kedalaman ratusan meter.
Memasuki hari keempat operasi, Tim SAR Gabungan kembali memfokuskan pencarian terhadap korban lainnya dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada. (**)
