PANGKEP, UJUNGJARI.COM – Prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut dari Yonmarhanlan VI Makassar kembali menunjukkan peran aktifnya dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Bersama Tim SAR gabungan, prajurit Marinir berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah korban di wilayah pegunungan Bulusaraung, Selasa (20/1/2026).
Operasi SAR dilakukan dengan tingkat kesulitan tinggi. Tim bergerak dari Posko SAR Tompo Bulu menyusuri medan terjal dan curam, disertai kabut tebal serta cuaca yang tidak bersahabat.
Sebanyak empat tim SAR diterjunkan, masing-masing beranggotakan 25 hingga 30 personel dari berbagai unsur.
Prajurit Marinir tergabung dalam sejumlah tim kunci. Pada Tim 1, empat prajurit Marinir melaksanakan tugas refling di tebing curam untuk menjangkau lokasi korban.
Tim ini sebelumnya turut menemukan jenazah kedua bersama personel Basarnas dan relawan, setelah berhasil mencapai puncak dan memastikan posisi korban di tengah keterbatasan medan dan cuaca.
Sementara itu, prajurit Marinir yang tergabung dalam Tim 4 melakukan penyisiran lereng pegunungan dan berhasil mencapai lokasi ditemukannya jenazah pertama yang diindikasikan berjenis kelamin laki-laki.
Tujuh personel Marinir di bawah pimpinan DPP Serka Mar Hansyaruddin terlibat langsung dalam pengamanan area, menjaga kondisi jenazah, serta menyiapkan jalur evakuasi meski hujan dan kabut terus menyelimuti lokasi.
Pada sore hari, Korps Marinir kembali memperkuat operasi dengan mengerahkan 10 personel tambahan dari Posko SAR. Lima di antaranya berada di bawah pimpinan DPP Serda Mar Kahar.
Para prajurit bertugas mendukung distribusi logistik dari arah Camba sekaligus menyisir area untuk mencari lokasi yang memungkinkan dijadikan titik evakuasi udara menggunakan helikopter.
Meski dihadapkan pada hujan, angin kencang, dan kabut tebal hingga malam hari, prajurit Marinir tetap bertahan di lapangan dengan disiplin dan kehati-hatian tinggi.
Upaya tersebut dilakukan demi memastikan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. (**)
