Site icon Ujung Jari

Dinas Sosial Maros Selalu Ada di Balik Layar Misi Kemanusiaan Evakuasi Korban ATR 42-500

MAROS, UJUNGJARI.COM — Di tengah sorotan heroisme tim pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang memasuki hari ke-6 operasi di kawasan Gunung Bulusaraung, ada kisah kemanusiaan lain yang jarang tersorot kamera dan unggahan media sosial.

Kisah tentang dapur umum, nasi kuning, nasi goreng, kopi, dan teh hangat yang menjadi sumber energi bagi ratusan personel di lapangan.

Dinas Sosial Kabupaten Maros menunjukkan peran nyatanya dalam misi kemanusiaan tersebut.

Di bawah komando Kepala Dinas Sosial Maros, Andi Riris, armada dapur umum didirikan di Posko Cenrana sebagai penopang utama logistik siap saji bagi seluruh tim gabungan.

Sejak pagi hingga malam hari, dapur umum ini memastikan ketersediaan makanan berat, kopi, susu, teh hangat, hingga gorengan yang menjadi penawar lelah sekaligus pembangkit semangat para relawan dan petugas yang berjibaku di medan ekstrem.

Operasional dapur umum ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tagana, Karang Taruna, PSM, hingga staf Kecamatan Cenrana.

Mereka bekerja dalam sunyi, melayani ratusan orang dengan semangat kesetiakawanan sosial, ikut menaklukkan duka bersama.

Tak mengenal lelah, sejak dini hari mereka menyambangi Pasar Bengo, Camba, hingga mendatangkan suplai bahan dari Maros untuk memastikan kebutuhan sarapan, makan siang, dan makan malam terpenuhi.

Bahkan, ketersediaan kopi hitam dan teh hangat segar tetap terjaga di sela-sela cuaca dingin dan medan berat.

Sebagian personel Tagana dan Karang Taruna juga turut ambil bagian langsung dalam proses pencarian dan evakuasi, bergabung bersama TNI, Polri, Tim SAR, BPBD, Basarnas, PMI, Baznas, serta warga lokal dan para pencari madu hutan yang mengenal medan dengan baik.

Di balik gemuruh helikopter dan tandu evakuasi, Dinas Sosial Maros hadir dengan ketulusan melayani, memastikan tak satu pun pejuang kemanusiaan berjuang dalam kondisi lapar dan kelelahan tanpa asupan. (drw)

Exit mobile version