Site icon Ujung Jari

Operasi Hari ke-6, Basarnas Evakuasi 9 Kantong Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Hingga hari keenam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi sebanyak sembilan kantong jenazah korban.

Dari jumlah tersebut, dua kantong berisi jenazah utuh, sementara tujuh kantong lainnya berisi bagian tubuh korban (body part). Dua jenazah utuh telah berhasil diidentifikasi dan diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, satu kantong yang diduga berisi potongan tangan korban ditemukan pada Rabu (21/1/2026) dan saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Pada Kamis (22/1/2026) hari ini, enam kantong jenazah lainnya direncanakan akan dievakuasi melalui jalur udara, menyesuaikan dengan kondisi medan dan cuaca di lokasi kejadian.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Mohammad Syafii, menegaskan bahwa jumlah kantong jenazah yang ditemukan belum dapat dijadikan acuan pasti terhadap jumlah korban secara keseluruhan.

“Mengenai apakah kantong ini mewakili satu orang atau lebih, nanti teman-teman dari tim DVI yang akan menjelaskan secara detail setelah proses identifikasi selesai,” ujar Syafii usai konferensi pers penyerahan black box di Kantor Basarnas Makassar, Kamis (22/1/2026).

Syafii mengungkapkan, operasi SAR kini telah memasuki hari keenam. Dukungan operasi modifikasi cuaca yang mulai dilakukan sejak hari kelima dinilai sangat membantu kelancaran proses pencarian dan evakuasi.

“Alhamdulillah, modifikasi cuaca mampu menurunkan sekitar 30 persen dari prediksi kondisi cuaca. Sejak pagi tadi helikopter sudah bisa diterbangkan dan kami berharap tim SAR darat dapat bergerak lebih optimal,” jelasnya.

Meski black box pesawat telah ditemukan, Syafii menegaskan bahwa fokus utama operasi SAR tetap pada pencarian dan evakuasi seluruh korban kecelakaan.

“Selama masih ada korban yang belum ditemukan, itu tetap menjadi prioritas kami. Penemuan black box adalah bagian penting, tetapi tujuan utama operasi ini adalah kemanusiaan,” tegasnya.

Basarnas juga terus mengerahkan personel dengan kualifikasi khusus serta peralatan yang disesuaikan dengan medan ekstrem di kawasan pegunungan Gunung Bulusaraung guna mempercepat proses pencarian. (drw)

Exit mobile version