Site icon Ujung Jari

Yon Parako 473 Pasgat TNI AU Bertaruh Nyali di Medan Sulit Demi Misi Kemanusiaan di Gunung Bulusaraung

PANGKEP, UJUNGJARI.COM — Batalyon Para Komando (Yon Parako) 473 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI Angkatan Udara turut mendukung operasi Search and Rescue (SAR) udara dalam pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport yang mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan SAR udara tersebut dilaksanakan oleh personel gabungan yang dipimpin Letda Pas Hepi Eka Saputra dengan menggunakan Helikopter Caracal H-2213 Skadron Udara 8. Helikopter ini diawaki oleh Kapten Pnb Rahman dan Letda Pnb Meidy guna mendukung misi evakuasi di lokasi kejadian.

Helikopter Caracal H-2213 lepas landas dari Apron Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin pada pukul 08.15 WITA menuju daerah sasaran. Pada pukul 09.54 WITA, tim SAR udara melaksanakan pendaratan (air landed) di area persawahan Lamposoe, Kecamatan Labbakang, Kabupaten Pangkep, untuk melaksanakan tugas pencarian dan evakuasi.

Usai menjalankan misi, helikopter kembali dan mendarat dengan aman di Lanud Sultan Hasanuddin.

Dalam mendukung pelaksanaan tugas, tim SAR udara membawa berbagai perlengkapan khusus, antara lain peralatan komunikasi, perlengkapan evakuasi, serta peralatan pendukung SAR lainnya.

Selain operasi SAR udara, Pasgat juga mengerahkan Tim Pasopati untuk melaksanakan SAR darat di wilayah pegunungan.

Tim yang dipimpin Letda Pas Iwan Bandola melakukan pendakian menuju Puncak Gunung Bulusaraung guna mendukung komunikasi dengan helikopter serta mempersiapkan pendaratan pasukan dan evakuasi di medan yang sulit.

Sebelum pendakian, Tim Pasopati terlebih dahulu melapor ke Posko Tompobulu serta melaksanakan pengecekan personel dan perlengkapan.

Keterlibatan Yon Parako 473 Pasgat dalam operasi ini merupakan wujud komitmen dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara, khususnya Pasgat, dalam mendukung operasi kemanusiaan serta bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam penanganan keadaan darurat.  (Rls)

Exit mobile version