Site icon Ujung Jari

Pembangunan Smelter Nikel di Malili Berjalan, Warga Sepakati Nilai Kerohiman

LUWUTIMUR, UJUNGJARI.COM  — Sejumlah warga penggarap lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur yang berada di Kawasan Industri Desa Harapan, Kecamatan Malili, menyepakati nilai kerohiman yang telah ditetapkan pemerintah.

Lahan tersebut direncanakan akan dibangun kawasan industri terintegrasi berupa smelter nikel.

Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Andi Muhammad Reza, mengatakan pemerintah telah menetapkan nilai kerohiman sebagai pengganti tanaman dan bangunan milik warga yang selama ini menggarap lahan di kawasan industri tersebut.

Menurut Reza, penetapan nilai kerohiman dilakukan berdasarkan kajian yang komprehensif dengan mengedepankan asas keadilan dan sosial sesuai regulasi yang berlaku.

“Kita telah menetapkan nilai kerohiman untuk warga kita yang berada di dalam kawasan industri itu,” ujar Reza, Kamis (22/1/2026).

Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada sejumlah warga yang menyatakan kesepakatannya terhadap nilai kerohiman yang ditawarkan pemerintah.

“Sudah ada beberapa warga yang datang dan kita buatkan berita acara karena mereka sepakat dengan nilai tersebut,” jelasnya.

Reza menambahkan, kawasan industri tersebut merupakan lahan atau aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur yang telah memiliki legalitas berupa sertifikat dengan Nomor Induk Bidang (NIB) 20.26.000001429.0 atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

“Sebagai pemegang hak atas tanah tersebut, pemerintah memberikan uang kerohiman sebagai bentuk perhatian sosial kepada masyarakat yang selama ini menempati atau menggarap lahan tersebut,” kata Reza.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan, Muhtar, menjelaskan bahwa perhitungan nilai kerohiman untuk tanaman dibagi ke dalam dua kategori, yakni tanaman belum menghasilkan dan tanaman sudah menghasilkan.

“Tanaman belum menghasilkan dihitung berdasarkan harga bibit serta biaya tanam dan pemupukan awal. Sedangkan tanaman yang sudah menghasilkan, perhitungannya didasarkan pada umur dan jenis tanaman,” ungkap Muhtar.

Kawasan Industri Malili tersebut nantinya akan dibangun industri terintegrasi atau industri pengolahan bijih nikel (smelter). Pembangunan ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto guna mendukung hilirisasi industri pertambangan nikel di Indonesia. (**)

Exit mobile version