Site icon Ujung Jari

Pemkot-Kemenag Percepat dan Mudahkan Layanan KUA di Kepulauan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar terus mendorong penguatan layanan keagamaan hingga menjangkau wilayah kepulauan, agar seluruh warga memperoleh pelayanan yang adil dan merata.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Makassar telah mendorong percepatan penyediaan lahan dan penguatan sistem pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

“Saya mengapresiasi hadirnya Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. Saya berharap tahun ini penyediaan lahan dan sistem pelayanan di Kepulauan Sangkarrang dapat kita resmikan bersama,” katanya saat menghadiri Ramah Tamah Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, yang digelar oleh Kementerian Agama Kota Makassar, di Jalan Rappocini Raya, Makassar, Rabu (21/1).

Dengan perluasan dan layanan KUA di kepulauan, masyarakat pulau yang jauh dari pusat kota juga dapat menikmati layanan keagamaan secara maksimal.

Dia menilai, Kementerian Agama merupakan lembaga yang sangat vital, karena mengatur bukan hanya kehidupan sosial dan administrasi umat beragama, tetapi juga menyentuh aspek moral dan spiritual masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mendukung Kementerian Agama, terutama dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama di tengah maraknya penyalahgunaan isu agama yang berpotensi memicu konflik sosial.

“Jika kita semua berjalan sesuai aturan dan norma agama, semuanya akan berjalan dengan baik tanpa perselisihan,” ujarnya.

Munafri juga menekankan pentingnya membangun arsitektur toleransi dan kebersamaan secara sistematis, bukan sekadar jargon.

Menurutnya, toleransi harus dibangun melalui kebijakan, program, dan aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri memaparkan sejumlah program Pemerintah Kota Makassar di sektor sosial dan keagamaan.

Salah satunya adalah perluasan jaminan sosial bagi masyarakat, termasuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta penambahan jaminan hari tua bagi 41.000 orang tahun 2026 bagi warga Kota Makassar yang dibiayai melalui APBD.

“Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat dan unsur keagamaan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Pesantren, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan akhlak generasi muda.

“Percuma anak-anak kita cerdas secara akademik tetapi tidak berakhlak. Pendidikan akhlak dan etika harus diperkuat sejak dini melalui kurikulum yang tepat,” tegas Munafri.

Selain itu, Munafri mengungkapkan dukungan terhadap percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kota Makassar, bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), guna memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kesejahteraan umat.

“Insya Allah tahun ini sertifikasi tanah wakaf dapat berjalan lebih baik. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghadirkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menyampaikan apresiasi atas kinerja dan kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, khususnya dalam memperkuat layanan keagamaan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Ali Yafid menilai, di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen nyata dalam memperluas akses layanan keagamaan.

Salah satu capaian yang diapresiasi adalah kehadiran Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, yang menurutnya menjadi bukti perhatian pemerintah kota terhadap wilayah kepulauan.

“Layanan keagamaan di Kota Makassar cukup luar biasa. Kehadiran KUA di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang adalah bukti bahwa pemerintah kota benar-benar hadir melayani masyarakat, termasuk di wilayah terluar,” ujar Ali Yafid.

Ia menyebut, Makassar layak menjadi contoh bagi daerah lain karena mampu membangun kekompakan, kebersamaan, serta suasana kekeluargaan antara pemerintah, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kota Makassar menunjukkan energi kebersamaan yang kuat. Sinergi ini menjadi modal penting dalam memajukan kehidupan keagamaan. Tanpa kebersamaan, program apa pun tidak akan berjalan optimal,” ungkapnya. (rhm)

Exit mobile version