JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu serta pemerataan akses pendidikan melalui alokasi anggaran tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), beberapa waktu lalu.
Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 akan difokuskan pada sejumlah kebijakan strategis yang berkelanjutan dan berorientasi pada penguatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu program prioritas adalah Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM) yang ditujukan bagi 5.519 murid jenjang SMA dan SMK, khususnya dari kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berencana memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP). Pada 2026 mendatang, PIP tidak hanya menyasar peserta didik jenjang SD hingga SMA, tetapi juga akan menjangkau anak-anak usia dini di jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).
Tak hanya di dalam negeri, perhatian pemerintah juga diarahkan pada layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia di luar negeri. Kemendikdasmen akan melakukan pembinaan serta menyalurkan bantuan kepada Community Learning Center (CLC) di Malaysia, guna memastikan akses pendidikan tetap terpenuhi bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.
Di sisi lain, pengembangan pendidikan jarak jauh juga menjadi fokus penting. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan menjangkau 771 lembaga pendidikan dengan total 21.518 murid sebagai penerima manfaat.
Melalui perencanaan program prioritas yang terukur serta pengelolaan anggaran yang terarah, Kemendikdasmen berharap dapat memperluas akses pendidikan yang inklusif sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi investasi utama dalam membangun masa depan bangsa. (**)
