JEPARA, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar kembali menelan hasil pahit dalam lanjutan kompetisi. Di bawah asuhan pelatih Tomas Trucha, tren negatif Pasukan Ramang belum juga terhenti setelah harus mengakui keunggulan Persijap Jepara dengan skor 0-2 dalam laga yang berlangsung penuh tekanan.
Dalam pertandingan tersebut, PSM tampil tanpa organisasi permainan yang solid. Lini tengah kerap kehilangan kontrol sehingga aliran bola sulit berkembang, sementara transisi bertahan yang rapuh menjadi celah yang berhasil dimaksimalkan oleh tim tuan rumah.
Persijap Jepara tampil lebih efektif dan disiplin sepanjang laga. Dua gol yang berhasil dicetak mampu dijaga hingga peluit panjang dibunyikan, sekaligus memastikan tiga poin tetap berada di kandang.
Kekalahan ini memperpanjang catatan hasil minor PSM Makassar dan semakin menegaskan pekerjaan rumah besar bagi Trucha.
Rentetan hasil negatif membuat performa PSM terlihat jauh dari konsistensi dan ekspektasi, baik dari manajemen maupun para pendukung setianya.
Kekecewaan suporter PSM Makassar pun tak terbendung. Di media sosial, banyak pendukung Pasukan Ramang meluapkan kritik tajam terhadap kinerja pelatih Trucha yang dinilai belum mampu membawa perubahan signifikan.
“Permainan PSM tidak punya identitas. Ganti pelatih, tapi cara main tetap tidak jelas,” tulis salah satu suporter di kolom komentar.
Suporter lain menilai lini tengah PSM kehilangan arah dan koordinasi. “Setiap pertandingan masalahnya sama. Lini tengah gampang kalah, transisi lambat. Ini tugas pelatih,” ujar akun pendukung PSM lainnya.
Tak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan taktik dan komposisi pemain. “Kami cinta PSM, tapi kalau terus begini, manajemen harus evaluasi serius pelatih,” ungkap seorang suporter dengan nada kecewa.
Tekanan dari tribun dan dunia maya ini menjadi sinyal kuat bahwa kesabaran pendukung PSM Makassar mulai menipis seiring rentetan hasil buruk yang terus berulang. (**)
