Site icon Ujung Jari

Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Tegaskan Independensi Bank Sentral

JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Komisi XI DPR RI telah sepakat memilih Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Juda Agung. Kesepakatan tersebut diambil dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan yang digelar DPR bersama calon pejabat bank sentral.

Nama Thomas Djiwandono sempat menjadi sorotan publik lantaran hubungan kekeluargaannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Kekhawatiran pun muncul terkait potensi terganggunya independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Menanggapi hal tersebut, Thomas yang akrab disapa Tommy menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi BI secara profesional dan institusional.

Tommy menuturkan, konsep yang akan ia bawa dalam kursi Dewan Gubernur BI dirumuskan dalam lima strategi utama yang disebutnya dengan akronim GERAK.

Konsep tersebut, kata dia, dirancang untuk memperkuat peran BI dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“GERAK itu terdiri dari lima pilar. Pertama, governance kebijakan yang kuat dan kredibel. Kedua, efektivitas kebijakan. Ketiga, resiliensi sistem keuangan. Keempat, akselerasi sinergi fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Kelima, keberlanjutan transformasi keuangan,” ujar Tommy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menegaskan, kelima konsep tersebut justru bertujuan memastikan Bank Indonesia tetap independen, adaptif, dan responsif terhadap dinamika global maupun domestik.

“Saya merasa lima hal ini bisa membangun atau mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan secara adaptif dan agile, lincah,” pungkasnya.

Dengan terpilihnya Thomas Djiwandono, Komisi XI DPR berharap Bank Indonesia dapat semakin solid dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.  (**)

Exit mobile version