GOWA, UJUNGJARI.COM — Kegiatan manasik untuk JCH (jamaah calon haji) Kabupaten Gowa telah dimulai digelar pada Senin (2/2) dan dibuka resmi oleh Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin (DM) di Masjid Agung Syekh Yusuf Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
Manasik yang menghadirkan sejumlah pemateri untuk bimbingan ini dilaksanakan dua hari terpusat di Masjid Agung Syekh Yusuf. Bimbingan akan dilanjutkan oleh masing-masing pelaksana bimbingan ibadah haji melalui KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang menjadi mitra dari Kantor Departemen Haji dan Umrah Kabupaten Gowa seperti KBIH Syekh Yusuf, KBIH Almasyair dan KBIH Atta’awun.
Untuk tahun ini, Kabupaten Gowa memberangkatkan sebanyak 1.419 orang. Jumlah kuota ini lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya 570 orang. Untuk pemberangkatan tahun ini, ada kenaikan lebih 100 persen.
Hal ini membuat Pemkab Gowa memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) serta Kanwilhaj Sulsel atas penambahan kuota JCH untuk masyarakat Kabupaten Gowa.
“Alhamdulillah, pemerintah kabupaten tentu sangat bersyukur atas pemberangkatan tahun ini karena kuota untuk Gowa yang hanya berkisar 500-600, kini sudah bertambah menjadi lebih seribu untuk tahun ini. Insha Allah berdasarkan kuota dari Kementerian Haji, Gowa diberi kuota 1.419 orang. Ini adalah angka tertinggi sepanjang pemberangkatan haji di Gowa. Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Haji atas kenaikan kuota untuk Gowa, juga kepada Kanwil Haji Sulsel dan Kandep Haji dan Umrah Gowa, ” kata DM, sapaan akrab Wabup Gowa.
DM menilai, antusiasme JCH Gowa sangat terlihat saat Manasik mulai dilakukan hari ini. Untuk haji ini, Pemkab kat Wabup Gowa hanya memberi saran dan masukan agar seluruh pendamping haji agar bertugas dengan amanah.
“Tetap menjaga kekompakan dan kesehatan seluruh jamaah sehingga bisa berangkat dengan nyaman, beribadah dengan nyaman dan kembali ke tanah air nanti dengan nyaman pula. Mudah-mudahan seluruh pendamping haji dapat memastikan memberikan pelayanan terbaik bagi JCH, ” tambah Wabup.
Dalam kuota JCH Gowa tahun ini, ada calon jamaah yang berusia belia yakni 17 tahun asal Biringbulu bernama Sunarti binti Nashir. Dan seorang JCH lansia berusia 94 tahun berasal dari Tompobulu. Kendati begitu, DM tetap berharap seluruh JCH mampu melaksanakan ibadah haji kelak dengan nyaman dan tenang, tentunya dimulai dari para pendamping atau petugas haji yang tentunya sudah berpengalaman mendampingi dan melayani para JCH nanti. “Mudah-mudahan seluruh jamaah dimudahkan, ” kata Wakil Bupati Gowa.
Terkait pelayanan haji di Gowa, Wabup DM tidak menampik Pemkab Gowa telah melakukan kolaborasi yang baik. Bahkan senantiasa mendukung penuh pengembangan haji di Kabupaten Gowa.
Salah satu yang dilakukan Pemkab Gowa adalah selalu menyiapkan fasilitas bagi pelayanan haji melalui penyediaan bus yang digunakan mengantar dan menjemput JCH Gowa.
Selain itu, kata Wabup Gowa, pemerintah kabupaten juga pada tahun lalu memberikan hibah tanah untuk pembangunan pelayanan bagi Kandep Haji dan Umrah Gowa dan saat ini tengah dibangun.
“Intinya, Pemkab Gowa senantiasa berkolaborasi dengan baik, ” tambah Wabup Gowa.
Terpisah, Kepala Kandep Haji dan Umroh Kabupaten Gowa Muh Aliem Bachri menjelaskan, kuota haji untuk Gowa tahun ini mencapai 1.419 orang.
“Alhamdulillah semoga tahun ini penuh rahmat dan berkah sehingga pemberangkatan JCH Gowa tanpa hambatan apapun. Dan semoga ke depannya, kuota JCH kita terus membaik agar daftar tunggu yang kini masih sebanyak 22.000 lebih semakin berkurang (daftar tunggu lama), ” kata Aliem Bachri. –
