MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa (FPOS-ST) menggelar aksi unjuk rasa di dua titik strategis di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2/2026).
Sekitar 300 massa aksi turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait ketidakadilan upah serta menuntut kejelasan status kerja bagi ribuan tenaga alih daya (outsourcing) yang bekerja di lingkungan PT Semen Tonasa.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 08.40 WITA tersebut dipimpin oleh Alfianto Amir, S.T. selaku Jenderal Lapangan (Jendlap) dan Rusmanto sebagai Koordinator Lapangan (Korlap).
Massa aksi tampak mengenakan seragam keselamatan (safety) lengkap sesuai standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.
Mereka bergerak secara tertib sambil membawa spanduk, bendera organisasi, serta menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan orasi.
Tiga Tuntutan Utama
Dalam orasinya, FPOS-ST menyampaikan tiga tuntutan utama yang menjadi dasar aksi unjuk rasa tersebut.
Pertama, penyesuaian upah tahun 2026. Massa menilai pembayaran upah yang diterapkan oleh para vendor belum sesuai dengan rumusan Upah Pekerja 2025, yakni UMK ditambah tunjangan.
Kondisi ini membuat kenaikan UMK tahun 2026 dinilai tidak berdampak signifikan terhadap kesejahteraan pekerja outsourcing.
Kedua, pengangkatan status karyawan. FPOS-ST menuntut PT Semen Tonasa agar mengangkat pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau karyawan tetap.
Tuntutan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021, mengingat banyak pekerja outsourcing yang telah bekerja lebih dari lima tahun secara berkelanjutan.
Ketiga, kepastian status kerja dan perlindungan hak normatif pekerja. Massa meminta adanya kejelasan dan kepatuhan penuh terhadap regulasi ketenagakerjaan agar tidak terjadi praktik yang merugikan pekerja alih daya di lingkungan perusahaan.
Aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Pihak FPOS-ST berharap tuntutan mereka dapat segera ditindaklanjuti oleh manajemen PT Semen Tonasa dan para vendor terkait demi terciptanya hubungan industrial yang adil dan berkeadilan. (Rls)
