GOWA, UJUNGJARI.COM — Program Pemerintah Pusat pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga saat ini masih terus berjalan. Program politik Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini tetap berjalan meski didera sejumlah kasus gangguan teknis.
Untuk memastikan MBG terus eksis berjalan, Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Salah satu kunjungannya adalah di Kabupaten Gowa.
Pada Jum’at (6/2) pagi, Menko Pangan Zulkifli Hasan bertandang ke salah satu SPPG yakni di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kunjungan Zulhas (sapaan akrab Ketua DPP PAN) ini untuk memastikan pelaksanaan Program MB apakah berjalan sesuai standar mutu atau tidak apalagi menjelang Ramadan ini. Menteri Zulhas didampingi Dirut Perum Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi dan anggota DPRD Sulsel.
Dari pemantauan media ini selama kunjungan Menko Pangan, peninjauan difokuskan pada aspek teknis pelaksanaan MBG, meliputi ketersediaan bahan pangan, proses pengolahan, kandungan nutrisi, kebersihan dapur hingga kesiapan sistem layanan MBG selama Ramadan, termasuk penyesuaian menu dan penyediaan paket makanan kering.
Bupati Gowa Husniah Talenrang yang mendampingi kunjungan Menko Pangan ini mengemukakan jika Pemkab Gowa intens melakukan koordinasi dengan SPPG. Semua itu dilakukan agar pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di Gowa tetap sesuai mekanisme dan standar pelayanan sebagai titik kendali utama mutu MBG tersebut.
“Kami terus berkoordinasi kepada seluruh perangkat terkait untuk memastikan SPPG bekerja dalam satu standar yang sama agar mutu MBG tetap terjaga,” kata Husniah kepada Menko Pangan.
Dikatakan Husniah, peran pemerintah daerah adalah memastikan sistem berjalan konsisten, mulai dari ketersediaan hingga kontrol kualitas nutrisi, bukan hanya memastikan distribusi.
“Pengkoordinasian ini penting supaya kualitas, kebersihan dan nilai gizi MBG terkontrol secara berkelanjutan. Semuanya untuk masa depan anak-anak kita,” tandas Husniah.
Sementara Menko Pangan Zulhas mengatakan, pada Ramadan nanti tentu lebih membutuhkan penguatan komunikasi dan pengawasan yang lebih intens lagi.
“Ramadan memiliki pola layanan yang berbeda, sehingga koordinasi dengan SPPG harus lebih diintensifkan agar kualitas tidak menurun,” kata Zulhas.
Ditegaskannya, MBG harus dikendalikan mutunya secara ketat, mulai dari bahan baku, proses masak, sampai makanan diterima siswa. Semua harus jelas ukurannya.
“Ramadan ini sebagai fase krusial dalam pelaksanaan program. Kesiapan SPPG mencerminkan kesiapan daerah dalam menjaga keberlanjutan MBG. Ramadan tidak boleh menjadi alasan turunnya kualitas. Justru disini kesiapan sistem diuji. SPPG harus siap secara operasional, higienitas, dan nutrisi agar layanan MBG tetap berjalan efektif selama Ramadan,” tandas Zulkifli Hasan. –
