MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Ditangan dingin Devo Khaddafi, cabang olahraga bulutangkis Sulsel selalu berada di rating tinggi. Bahkan di masa kepengurusan Devo, ada lima pebulutangkis Sulsel masuk Pelatnas dan telah menoreh bintang terbaik di beberapa turnamen bergengsi bukan hanya skala nasional tapi juga internasional.
Prestasi gemilang kepengurusan Devo Khaddafi pun diharapkan mampu dikembangkan lebih cemerlang oleh Ketua Umum PBSI Terpilih hasil musyawarah provinsi PBSI Sulsel yang digelar di hotel Almadera Makassar pada Minggu (8/2) pagi.
Ketua Umum PBSI Sulsel terpilih secara aklamasi adalah Prof Dr Warsinggih. Prof Warsinggih tercatat sebagai mantan atlet PON Sulsel era 1980-an. Di jaman kejayaannya, Prof Warsinggih se angkatan dengan pebulutangkis Rosiana Tendean.
Pemilihan yang dilakukan dalam Musprov PBSI Sulsel ini dihadiri Kepala Koordinator PBSI Wilayah Sudarto Adinagoro, Ketua KONI Sulsel Darmawangsyah Muin (DM) bersama para ketua PBSI kabupaten kota se Sulsel.
Di hadapan peserta Musprov, Ketua KONI Sulsel DM mengapresiasi tinggi kinerja kepengurusan PBSI Sulsel saat ditangan Devo Khaddafi. DM mengaku bangga juga terharu melihat konsistensi organisasi yang dinilai mampu menjaga prestasi sekaligus keaktifan pembinaan bulutangkis di Sulawesi Selatan selama tiga periode terakhir.
“PBSI Sulsel hingga saat ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan olahraga bulutangkis di daerah. Melalui Musprov ini, kita berharap lahir kepengurusan baru yang mampu melanjutkan bahkan melampaui capaian sebelumnya, serta mengharumkan nama Sulsel, khususnya menjelang PON NTB–NTT mendatang,” kata Wakil Bupati Gowa ini.
Menurut DM, bulutangkis merupakan cabang olahraga favorit sekaligus lumbung medali Indonesia di berbagai ajang internasional. Karena itu, PBSI Sulsel diharapkan terus memperkuat pembinaan atlet agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
Kini Devo masuk dalam kabinet KONI Sulsel dan duduk sebagai wakil ketua. DM mengaku, Devo masuk di posisi kedua itu bukan sekadar penghargaan tapi karena pengalaman kepemimpinan Devo di PBSI menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembinaan olahraga yang lebih besar ke depan oleh KONI sebagai induk seluruh cabor.
Sementara Devo Khaddafi mengatakan, keberhasilan pembinaan atlet bulutangkis di Sulsel tak lepas dari kontribusi besar seluruh klub-klub yang dibina yang juga berperan sebagai sponsor dalam pengembangan bulutangkis di Sulsel.
Devo menyebutkan sejumlah pihak yang berkontribusi besar di antaranya Bank Sulselbar, BNI 46, Sriwijaya Air, Poltekkes Kemenkes Makassar dan Libra Sport. Dari peran membesarkan kegiatan PBSI Sulsel, seluruh pihak tersebut pun dianugerahi award kepada para sponsor yang selama ini mendukung official dan atlet dalam berbagai ajang.
Selain para sponsor besar, PBSI Sulsel juga memberikan award tersebut kepada sejumlah kepala daerah karena dinilai banyak berkontribusi dalam pengembangan bulutangkis di Sulsel. Salah satu pemerintah kabupaten yang meraih award itu adalah Bupati Gowa. Pemkab Gowa melalui Pengkab PBSI Gowa dinilai punya kontribusi besar dalam pemberantasan pencurian umur atlet binaan. Selain Bupati Gowa, menerima penghargaan yang sama adalah Walikota Makassar dan Bupati Luwu. Masing-masing diterima oleh pengurus PBSI bersangkutan.
Kontribusi ini dianggap penting karena menjadikan proses pembinaan menjadi berkarakter tanpa ada pembiasaan perilaku curang dalam proses penggunaan umur atlet yang tidak sesuai.
Penghargaan tersebut diterima Ketua PBSI Gowa Muh Natsir Maudu diwakili Ahmad Yani selaku Sekretaris PBSI Gowa. –
