Site icon Ujung Jari

Ratusan JCH Zona 4 Gowa Mulai Manasik, Alim: Jangan Kejar Gelar Haji, Tapi Mabrurnya

GOWA, UJUNGJARI.COM — Manasik haji tingkat kecamatan se Kabupaten Gowa mulai digelar. Perdana digelar di wilayah zona 4 meliputi Kecamatan Bontomarannu, Pattalasang, Tombolopao, Tinggimoncong, Parigi, Manuju dan Parangloe.

Manasik kecamatan zona 4 ini dilaksanakan terpusat di Kecamatan Bontomarannu tepatnya di Masjid Miftahussa’adah Balang-balang, Kelurahan Bontomanai pada Rabu (11/2) pagi.

Manasik ini diikuti sedikitnya 197 orang jamaah yang berasal dari tujuh kecamatan wilayah zona 4 tersebut. Sejumlah pendamping haji hadir sebagai pemateri termasuk Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI Kabupaten Gowa Alim Bahri.

Dalam kesempatan manasik perdana kecamatan tersebut, Kakan Kemenhaj RI Gowa Alim Bahri mengajak seluruh jamaah calon haji (JCH) khususnya yang ada di zona 4 untuk mempersiapkan diri lahir dan batin menuju perjalanan ibadah haji pada April mendatang.

Alim mengatakan, para jamaah calon haji yang akan berangkat harus banyak belajar terkait rukun-rukun haji dan rangkaian doa-doa lainnya. Selain itu, jamaah juga harus menjaga kesehatan sejak sekarang hingga saatnya berangkat berhaji.

“Jangan abaikan manasik. Manasik penting diikuti karena semua pembelajaran dan pemahaman tentang berhaji ada di manasik. Kita hadirkan para narasumber dan pendamping haji berpengalaman dan tentunya bersertifikasi. Persiapan menuju tanah suci sangat penting. Seluruh aturan, persyaratan dan hal-hal lainnya penting diketahui, apalagi selama menunaikan ibadah haji semua kegiatan mayoritas kegiatan fisik bukan non fisik, jadi kondisi fisik dan jiwa semua jamaah patut dalam kondisi sehat dan baik, ” kata Alim.

Dikatakan Alim, jamaah harus pula paham dan tahu berbagai istilah penting dalam berhaji termasuk Istitha’ah yang berarti mampu.

Istiha’ah ini kata Alim, harus dijalankan dan itu dilakukan sebelum jamaah melakukan pelunasan (ongkos) untuk berhaji.

“Seorang jamaah tidak bisa melakukan pelunasan sebelum diistitha’ah. Kalau dia lulus dari Istitha’ah maka bisa pelunasan. Kenapa Istitha’ah penting? Karena ada 11 penyakit yang menjadi persyaratan dalam menentukan bisa tidaknya jamaah diberangkatkan. Jadi jamaah harus menjalani Istitha’ah. Sejumlah penyakit yang bisa menggugurkan seorang jamaah batal diberangkatkan adalah seperti diabetes akut, kanker, gangguan psikologis, jantung, hipertensi akut, pikun, bagian dari varian pilek, termasuk jenis penyakit berat lainnya. Jadi kalau aman disitu, maka jamaah bisa pelunasan, ” tambah Alim.

Namun dikatakannya untuk seluruh JCH Gowa yang berjumlah 1.421 orang kini sudah melakukan pelunasan sebesar Rp28.218.970 dari setoran awal jamaah sebesar Rp 25 juta.

Diketahui ongkos naik haji tahun ini turun dari ongkos berhaji tahun-tahun sebelumnya. Tahun haji kali ini diporsi sebesar Rp52 juta. Angka ini turun Rp2 juta dari perongkosan sebelumnya.

“Alhamdulillah para hamba Allah sudah mendapatkan izin menuju tanah suci. Labbaik Allahumma Labbaik.. Aku Penuhi Panggilan Mu Yaa Allah, Aku Penuhi Panggilan Mu. Maka jangan sia-siakan keberangkatan ini. Ingat jangan kejar gelar hajinya tapi kejar mabrurnya. Tapi perlu diketahui, mabrur itu bukan saat kita berada di tanah suci tapi ketika kita berada di tengah lingkungan masyarakat. Disitulah mabrur kita diperoleh, disitulah dilihat apakah kita sudah capai mabrur itu atau tidak. Misalnya kita berada di tengah pasar di sekeliling orang banyak, maka perilaku dan karakter kita saat berada di tengah banyak orang menjadi penentunya telah mabrur ka kita setelah menjalankan ibadah haji ? Maka aplikasikan amalan berhaji kita di tengah lingkungan masyarakat, maka disitulah mabrur kita capai, ” papar Kakan Kemenhaj RI Gowa ini. –

Exit mobile version