Site icon Ujung Jari

Menuju Haji 2026, Zulhijaz Ajak Petugas Luruskan Niat dan Perkuat Ikhtiar

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kepala Asrama Haji Makassar, Zulkifly Hijaz, yang akrab disapa Zulhijaz, tampil sebagai pemateri dalam Diklat PPIH Kloter Embarkasi Makassar Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema reflektif bertajuk “Menata Hati, Menyempurnakan Ikhtiar Menuju Baitullah, Melayani Tamu-Tamu Allah.”

Di hadapan para peserta diklat, Zulhijaz menegaskan bahwa menjadi petugas haji bukan sekadar menjalankan tugas administratif atau perjalanan dinas semata, melainkan amanah spiritual yang sarat dengan nilai ibadah.

“Sebelum koper disiapkan, hati harus lebih dulu ditata. Karena haji adalah ibadah hati, dan pelayanan kepada jamaah adalah ibadah jiwa,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa jamaah yang dilayani bukan sekadar peserta perjalanan, melainkan tamu-tamu Allah yang datang membawa doa, harapan, dan air mata.

Karena itu, petugas haji dituntut menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh empati dan keikhlasan.

Dalam materinya, Zulhijaz menekankan tiga pilar utama yang harus menjadi pegangan setiap petugas:

Menata Hati

Meluruskan niat, membersihkan motivasi, serta menguatkan integritas sebagai fondasi pelayanan.

Menyempurnakan Ikhtiar

Meningkatkan kompetensi, kesiapan fisik dan mental, serta membangun koordinasi yang solid dalam setiap tahapan operasional.

Melayani dengan Ruh Ibadah

Menjadikan setiap senyum sebagai sedekah, setiap kesabaran sebagai pahala, dan setiap kelelahan sebagai saksi pengabdian.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak semata diukur dari kelancaran logistik dan administrasi, tetapi dari kualitas pelayanan yang mampu menghadirkan ketenangan serta kemudahan bagi jamaah dalam beribadah.

Diklat PPIH Kloter Embarkasi Makassar Tahun 2026 ini diharapkan mampu melahirkan petugas haji yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga matang secara spiritual.

Menutup materinya, Zulhijaz berpesan agar seluruh petugas menjaga amanah dan menjadikan musim haji 2026 sebagai ladang pengabdian terbaik.

“Kita bukan hanya mengantar jamaah ke Baitullah. Kita sedang membantu mereka mendekat kepada Allah. Maka layani dengan hati, bekerja dengan ikhtiar terbaik, dan bertugaslah dengan kesadaran bahwa ini adalah kehormatan,” tutupnya.  (Rls)

Exit mobile version