Site icon Ujung Jari

SMP Negeri 4 Makassar Tolak Siswa Titipan dari SMP 22 karena Tak Miliki Rapor dan Fakta Integritas

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Pihak SMP Negeri 4 Makassar menolak sebanyak 16 siswa titipan yang akan dipindahkan dari SMP Negeri 22 Makassar. Penolakan tersebut dilakukan karena para siswa dinilai belum memenuhi persyaratan administrasi.

Manajemen SMP Negeri 4 Makassar menyatakan, 16 siswa yang hendak dipindahkan tidak memiliki rapor nasional (online) serta tidak dilengkapi fakta integritas dari sekolah asal.

Operator SMP Negeri 4 Makassar, Fatmawati, menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat menerima siswa pindahan tanpa dokumen resmi yang lengkap.

“16 siswa titipan dari SMP 22 ke SMP 4 belum jelas administrasinya. Kami tolak karena mereka belum punya rapor dan fakta integritas. Mestinya SMP 22 membantu siswa tersebut membuatkan rapor. Sampai hari ini, semua siswa titipan dari SMP 22 tidak punya nilai semester,” ujar Fatmawati kepada ujungjari.com, Jumat (13/2).

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Dapodik, para siswa tersebut tercatat bukan di SMP Negeri 4 Makassar, melainkan di SMP 11 Makassar.

“Itu siswa titipan di SMP 22, dapodiknya ada di SMP 11, bukan di SMP 4. Harusnya di mana terbit dapodiknya, di situ dibuatkan rapor dan nilai semesternya. Kepala SMP 22 yang tidak becus, mereka terima siswa titipan tapi tidak mau bertanggung jawab,” tegasnya.

“Kan lucu, selama ini anak-anak itu belajar di SMP 22, tapi dapodiknya tercatat di SMP 11, ironisnya mereka paksakan pindah lagi di SMP 4 tanpa Rapor dan pakta Integritas,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak menutup pintu bagi siswa pindahan selama seluruh persyaratan administrasi dipenuhi sesuai aturan yang berlaku.

“Ibu Kepsek SMP 22 mau kirim siswanya ke SMP 4 tanpa membantu siswa membuatkan rapor. Tidak ada nilai semester anak-anak. Bagaimana kami mau terima siswa SMP 22 kalau tidak ada nilai rapornya, tidak ada juga fakta integritasnya,” pungkas Fatmawati.

“Itu ibu Kepsek SMP 22, dia makan dagingnya, kami di SMP 4 dikasih tulang. Kami dikirimkan sampah,” ketus Fatmawati.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMP Negeri 22 Makassar terkait polemik tersebut.  (drw)

Exit mobile version