Site icon Ujung Jari

Lapak Kayu di Belakang Lapangan Tenis BTP Jadi Sorotan, Warga: Lurah Jangan Tebang Pilih

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) dan bangunan liar di atas fasilitas umum (fasum) di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, menuai sorotan.

Warga menilai langkah aparat tidak menyeluruh dan terkesan tebang pilih.

Sejumlah lapak dan bangunan semi permanen dilaporkan masih berdiri di atas drainase. Salah satunya berada di belakang lapangan tenis kawasan BTP.

Di lokasi tersebut, terdapat bangunan semi permanen tempat penjualan kayu yang berdiri tepat di atas saluran air.

Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu aliran drainase dan memicu genangan saat musim hujan.

Warga mempertanyakan konsistensi aparat kelurahan dalam menertibkan seluruh bangunan yang melanggar aturan.

Andi Jasruddin, warga BTP, mendesak aparat kelurahan agar bersikap tegas dan tidak pilih kasih. “Kalau memang mau ditertibkan, semua bangunan yang melanggar harus dibongkar. Jangan hanya sebagian, sementara yang lain dibiarkan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Syukri, warga Blok H BTP. Ia secara khusus meminta agar bangunan yang berdiri di atas drainase, utamanya lapak penjual kayu di belakang lapangan tenis, segera dibongkar.

“Bangunan di atas saluran air itu jelas melanggar dan bisa menghambat aliran air. Kami minta dibongkar supaya tidak menimbulkan masalah ke depan,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah setempat tegak lurus dalam menjalankan aturan demi menjaga fungsi fasilitas umum dan kenyamanan lingkungan, serta memastikan penertiban dilakukan secara adil dan transparan tanpa tebang pilih.  (drw)

Exit mobile version