PINRANG, UJUNGJARI.COM –— Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), ramai-ramai mengikuti konvoi musik patrol yang menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat.
Musik patrol merupakan kesenian musik tradisional yang populer di Pinrang saat memasuki bulan Ramadan.
Permainan musik ini biasanya menggunakan alat-alat sederhana seperti beduk yang dibuat dari drum bekas yang dimodifikasi hingga blek bekas, menghasilkan suara khas yang menggema di setiap sudut kota.
Seiring perkembangan zaman, musik patrol di Bumi Lasinrang kini mengalami modernisasi. Selain alat musik tradisional, sejumlah kelompok patrol juga memasukkan bunyi keyboard sehingga menghasilkan irama yang lebih dinamis dan variatif, tanpa meninggalkan ciri khasnya.
Awalnya, musik patrol berfungsi untuk membangunkan masyarakat saat waktu sahur. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ini berkembang menjadi ajang kompetisi antarkelompok sekaligus hiburan rakyat menjelang Ramadan.
Senin (16/2/2026) malam, ratusan masyarakat mengelilingi Kota Pinrang dalam konvoi musik patrol menyambut datangnya bulan suci.
Mereka terlihat beriringan menggunakan sepeda motor hingga truk sambil memainkan alat musik dengan penuh semangat.
Suara pukulan drum yang nyaring terdengar bersahut-sahutan, menciptakan suasana meriah di sepanjang jalan. Warga yang memadati pinggir jalan tampak antusias, bahkan tak sedikit yang ikut berjoget menikmati alunan musik patrol.
Salah seorang warga Pinrang, Ismail, mengaku sengaja membawa istri dan anaknya untuk ikut menyaksikan konvoi tersebut. Menurutnya, tradisi yang hanya digelar setahun sekali ini tidak boleh dilewatkan.
“Ini hiburan tersendiri bagi masyarakat menjelang Ramadan. Anak-anak juga senang melihatnya,” ujar Ismail.
Ia pun mengapresiasi para pemuda di Pinrang yang tetap menjaga dan mengembangkan tradisi musik patrol agar tetap eksis di tengah arus modernisasi.
Sementara itu, pembina Patrol Savador Pinrang, Syamsul, mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak kelompok patrol yang terbentuk di daerah tersebut, termasuk kelompok binaannya.
Menurutnya, selain menjadi bagian dari tradisi, kegiatan patrol juga memberi dampak ekonomi bagi para anggotanya.
Biasanya, kelompok patrol disewa oleh pemerintah kecamatan untuk membangunkan warga saat sahur selama Ramadan.
“Aransemen musik yang kami bawakan biasanya diadaptasi dari lagu-lagu yang sedang viral, lalu dikemas dengan nuansa patrol,” jelas Syamsul.
Tradisi musik patrol ini pun menjadi simbol semangat kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Pinrang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. (**)
